Imam yang Dicambuk Seribu Kali selama Berbulan-bulan

Mari lantunkan doa, semoga Allah Ta’ala menerima seluruh amal kebaikan yang beliau lakukan, berikan ampunan atas kesalahan yang pernah dilakukan, dan menempatkan beliau di posisi mulia di sisi-Nya. Beliau adalah salah satu imam dambaan umat yang pernah merasakan pahitnya siksaan rezim penguasa; dicambuk seribu kali selama berbulan-bulan.

- Advertisement -

Sebabnya, beliau tak mau ikuti paksaan penguasa yang menganggap bahwa al-Qur’an adalah ciptaan (makhluk) Allah Ta’ala. Pasalnya, al-Qur’an memang bukan makhluk, tetapi kalam (perkataan, firman) Allah Ta’ala. Atas kekokohan aqidah sang Imam, Mu’tashim pun memasukkan Imam Ahmad bin Hanbal ke dalam penjara.

Mulanya, saat dijebloskan ke dalam jeruji besi, Imam Ahmad bin Hanbal mengira bahwa dirinya akan segera dibunuh dengan sabetan pedang. Namun, “Mu’tashim telah bersumpah untuk tidak membunuhmu dengan sabetan pedang, yang akan kamu hadapi adalah cambukan demi cambukan.”

Di hari ketiga penangkapan, Mu’tashim mendatanginya seorang diri. Rayunya, “Sesungguhnya, aku mencintaimu seperti cintaku kepada anakku, Harun.” Namun, Imam Ahmad tak bergeming. Ia tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan akidah ahlus sunnah yang benar bahwa al-Qur’an adalah kalam Allah, bukan makhluk-Nya.

Karenanya, Mu’tashim marah. “Terlaknatlah kamu!” bentaknya semakin beringas, “aku sudah susah payah mendatangimu! Siksa dia!”

Maka hari-hari setelah itu adalah siksa bagi sang Imam. Pakaiannya dilucuti, hanya menyisakan pakaian yang menutup aurat, dirantai, lalu dicambuki. Bukan hanya satu, tetapi banyak algojo yang ditugaskan untuk melakukan kekejian itu. Tutur Dr. Najih Ibrahim dalam Kepada Aktivis Muslim, “Setiap hari mereka mencambuki sang Imam sampai pingsan! Dan ini berjalan selama berbulan-bulan.”

“Demi Allah,” aku salah seorang yang pernah menjenguk untuk mengobati sang Imam, “aku telah melihat seribu bekas cambukan.” Pungkasnya sampaikan kesaksian, “Aku belum pernah menyaksikan bekas cambukan sehebat itu!”

- Advertisement -

Demikian itulah beratnya ujian yang dihadapi Imam Ahmad bin Hanbal dalam mempertahankan akidah ahlus sunnah wal jamaah. Kemudian yang membuat kita semakin kagum dengan beliau adalah perhatiannya pada syariat Islam yang diterapkannya sangat ketat kepada dirinya sendirinya.

Pasalnya beliau senantiasa panjatkan doa, seberat apa pun ujian yang menimpa, jangan sampai celananya terbuka hingga auratnya terlihat oleh orang lain. Sebab, penyiksaan itu disaksikan oleh masyarakat umum.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...

Sejarah Bulan Muharram dan Peristiwa Penting yang Terjadi di Dalamnya

Bulan Muharram (المحرم) adalah bulan pertama dalam penanggalan hijriyah. Bagaimana sejarah bulan muharram dan peristiwa penting apa saja yang terjadi di dalamnya?