Empat Jenis Manusia, Jadilah Golongan Pertama

Di dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim surat al-An’am [6] ayat 160, Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala mengutip hadits panjang riwayat Imam Ahmad bin Hanbal, Imam at-Tirmidzi, dan Imam an-Nasa’i Rahimahumullahu Ta’ala dari Khuraim bin Fatik Al-Asadi.

- Advertisement -

Di dalam hadits ini disebutkan empat jenis manusia. Hendaknya kita berupaya sungguh-sungguh untuk menjadi golongan yang pertama.

Keempat

Inilah golongan yang paling mengenaskan nasibnya. Ia disebut sebagai kelompok yang sengsara di dunia dan sengsara pula di akhirat. Kesengsaraannya di dunia menjadi pembukaan bagi penderitaannya di akhirat yang dimulai dari alam kubur.

Termasuk dalam golongan ini ialah orang kafir, munafik, dan musyrik yang miskin dan penuh derita. Mereka tidak pernah mendapatkan nikmat dunia dan nihil dari nikmat akhirat. Na’udzubillah.

Ketiga

Kelompok ini disebut dengan sempit di dunia dan lapang di akhirat. Inilah orang muslim yang mukmin tapi diuji dengan dunia. Mereka miskin, tapi dijalani dengan sabar. Mereka diuji dengan sakit, tapi jarang bahkan tiada pernah mengeluh. Banyak keluarganya yang diuji, tapi dia tetap berbaik sangka kepada Allah Ta’ala.

Semakin banyak ujian yang didapatkan, maka dia semakin merasa butuh dengan Allah Ta’ala hingga senantiasa mendekati-Nya sampai tiada jarak antara dia dengan Allah Ta’ala.

Kedua

Lapang di dunia, sangat sempit di akhirat. Ialah orang musyrik, kafir, dan munafiq yang diberikan kepadanya perbendaharaan harta dunia. Mereka tampan dan penuh pesona secara fisik. Banyak usaha, semuanya berhasil.

- Advertisement -

Dunia dihamparkan kepadanya. Berpengaruh. Banyak asset. Tiada satu pun keinginan duniawi, kecuali mereka bisa membeli dan mendapatkannya.

Malangnya, mereka tidak beriman. Maka hartanya yang amat melimpah tiada mampu menolongnya di akhirat. Mereka pasti mendapatkan siksa, apalagi jika meninggal sebelum bertaubat kepada Allah Ta’ala.

Impian

Inilah golongan pertama. Disebutkan dalam hadits tersebut, “Orang yang diberi kelapangan di dunia dan akhirat.” Allahu akbar walillahil hamd.

Pondasi yang mereka miliki adalah iman dan taqwa kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala menguatkan iman di dalam sanubarinya. Allah Ta’ala memberikan karunia akhlak yang baik kepadanya. Mereka dititipi jabatan, harta, dan dunia. Tapi mereka tak pernah lalai lantaran hanya menempatkan titipan itu di tangannya, tidak sampai merasuk ke dalam hatinya.

Mereka pun sadar. Nikmat dunia hanya cicipan. Sebab hanya di akhiratlah tempat nikmat yang abadi.

- Advertisement -

Mudah-mudahan kita bisa bersyukur jika ditaqdirkan menjadi golongan pertama dan senantiasa mengeja sabar jika diuji menjadi golongan ketiga. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Terjemah Tafsir Ibnu Katsir bisa dipesan di 085691479667 (WA/Line/Telegram/Phone)

- Advertisement -

Terbaru

Mengapa Jin Tak Berani Mengganggu Orang yang Membaca Ayat Kursi?

Mengapa jin tak berani mengganggu orang yang membaca ayat kursi? Berikut ini penjelasan ilmiah dan logisnya. Jin Sendiri Mengaku...

Rasulullah Tak Mengerjakan, Mengapa Puasa Tasua Jadi Sunnah?

Dua di antara amalan bulan Muharram adalah puasa tasua dan puasa asyura. Rasulullah biasa mengerjakan puasa asyura bahkan sangat mengutamakan. Namun puasa...

Kisah Ghibah di Zaman Nabi, Ketika Benar Tercium Bau Bangkai

Saat membaca Surat Al Hujurat ayat 12, kita memahami bahwa ghibah itu ibarat memakan daging saudara sendiri yang telah mati. Namun tahukah...

Sejarah Bulan Muharram dan Peristiwa Penting yang Terjadi di Dalamnya

Bulan Muharram (المحرم) adalah bulan pertama dalam penanggalan hijriyah. Bagaimana sejarah bulan muharram dan peristiwa penting apa saja yang terjadi di dalamnya?