Empat Hal yang Meningkatkan Kecerdasan menurut Imam asy-Syafi’i

Imam asy-Syafi’i terlahir dari orang tua saleh dan salehah. Keduanya sangat menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Ialah makanan yang bagus, halal, dan dipenuhi keberkahan. Alhasil, beliau tumbuh menjadi ulama yang madzhabnya diikuti oleh jutaan bahkan miliaran kaum Muslimin lintas generasi, seorang pembela sunnah, dan sosok ‘alim yang banyak menelurkan karya bermutu tinggi di berbagai bidang keilmuan.

- Advertisement -

Berikut di antara nasihat beliau bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kecerdasannya.

Tidak Membicarakan Kesia-siaan

Di antara tanda baiknya Islam seseorang, tutur Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat baginya. Maka sesuatu yang tidak bermanfaat itu meliputi perbuatan, makanan, bacaan, segala jenis aktivitas, dan juga perkataan.

Cukupkan diri dengan berkata baik, atau diamlah. Demikian itu salah satu sunnah yang mulia. Dalam sabdanya yang lain, Nabi juga menyebutkan bahwa lisan bisa menjadi sebab bagi seorang Muslim untuk masuk ke dalam surga atau neraka.

Maka menjaganya adalah keutamaan dan amal saleh berkepanjangan hingga ajal menjemput. Dan, amalan ini membutuhkan tenaga ekstra, ilmu yang mendalam, kesungguhan niat, dan pertolongan dari Allah Ta’ala.

Dengan menghindari bicara yang sia-sia pula, seseorang akan terbebas dari masalah-masalah kehidupan yang tak bermanfaat. Alhasil, seluruh waktunya dioptimalkan untuk melakukan kebaikan dan memperbaikinya. Inilah salah satu kunci dan tanda cerdasnya seseorang.

Bersiwak (Menggosok Gigi)

Islam sangat mencintai kebersihan. Allah Ta’ala juga Mahasuci dan mencintai kesucian. Maka mereka yang dekat dengan-Nya adalah yang paling suci jiwanya, cemerlang pikirannya dari keburukan, dan bersih badannya dari segala jenis najis dan hadats.

- Advertisement -

Sedangkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah sosok yang paling baik dalam tiga bidang kesucian-jiwa, pikiran, dan fisik-ini.

Terkait fisik, misalnya, beliau menganjurkan umatnya untuk melakukan mandi, wudhu, istinja’, tayamum, dan lain sebagainya. Termasuk di dalamnya adalah amalan sunnah yang besar pahalanya, menggosok gigi.

Saking utama dan pentingnya menggosok gigi ini, Nabi pernah menyebutkan, jika tidak memberatkan beliau hendak menyuruh umatnya untuk menggosok gigi lima kali dalam sehari. Yaitu setiap hendak berwudhu untuk mendirikan shalat fardhu lima waktu dalam sehari.

Maka demikianlah itu sunnah yang utama. Di antara rahasianya, di dalam gigi yang sehat terdapat fisik yang sehat dan otak yang cemerlang. [Pirman]

Bersambung ke Empat Hal yang Meningkatkan Kecerdasan menurut Imam asy-Syafi’i (Bagian 2)

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...