Dua Penghuni Neraka yang Belum Pernah Dilihat Rasulullah

Dunia ini sementara. Sedangkan akhirat kekal selamanya. Dunia adalah ladang untuk menanam. Sedangkan akhirat adalah media untuk memanen. Siapa menanam kebaikan, balasannya adalah kebaikan serupa atau yang lebih baik lagi. Sedangkan para pelaku keburukan, tiada balasan baginya selain neraka yang menyala siksanya.

- Advertisement -

Surga adalah puncak kebaikan. Itulah balasan terbaik bagi orang beriman yang benar takwanya. Di dalamnya terdapat puncak kenikmatan yang tak pernah terindra sebelumnya. Terdapat semua jenis buah-buahan, segala macam daging, dan juga bidadari-bidadari cantik jelita dengan usia sebaya yang selalu dalam keadaan perawan. Bukan hanya satu, bagi orang beriman berhak atasnya tujuh puluh dua bidadari yang siap melayani dan membahagiakannya sepanjang masa.

Sedangkan neraka adalah puncak nestapa, pilu, sedih, sengsara, dan siksa. Bahan bakarnya adalah batu dan manusia. Minumnya nanah yang mendidih, makanannya Zaqqum; pohon yang sanggup merusak pencernaan dan tubuh manusia. Terdapat siksa selamanya bagi mereka yang ingkar, kafir, dan sesat.

Para pelaku kesyirikan, orang-orang yang sombong, dan mendustakan ajaran Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, mereka adalah manusia-manusia yang dijanjikan menghuni neraka bersama setan yang terlaknat. Mereka mengikuti bisikan setan, menuruti embusan hawa nafsu, dan enggan menerima bahkan melawan semua jenis ajakan kepada kebaikan, iman, dan takwa.

Di antara para penghuni neraka itu, ada dua golongan yang tidak pernah dilihat oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Dua golongan ini terdiri dari kaum laki-laki dan perempuan. Selain itu, mereka juga tidak diberi nikmat mencium wangi surga. Padahal, wanginya bisa diindra dari jarak yang jauh.

Siapakah dua golongan yang celaka ini?

“Dua golongan termasuk penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya,” demikian sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim. Pertama, “Para lelaki yang di tangannya membawa cambuk seperti ekor sapi yang digunkan untuk mencambuk manusia.”

- Advertisement -

Sedangkan golongan kedua yang berasal dari kaum wanita adalah, “Wanita yang berpakaian tapi telanjang; genit dan penggoda, kepala mereka seperti punuk unta yang bengkok.” Bagi dua golongan itu, “Mereka tidak masuk surga dan tidak bisa mencium wanginya.” Padahal, pungkas Rasulullah, “Sesungguhnya wewangian surga dapat dicium dari jarak perjalanan yang jauh.”

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dari buruknya dua golongan ini. Ya Allah, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat. Dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka. Aamiin. [Pirman]

- Advertisement -

Terbaru

Inilah Ayat yang Membuat Umar Masuk Islam

Kemarahan Umar bin Khattab memuncak. Ia merasa agama baru telah membuat ajaran nenek moyangnya terinjak-injak. Maka ia ambil pedang, lalu pergi untuk mengakhiri apa...

Jenazah Utuh Thalhah bin Ubaidillah Saat Makamnya Dipindah

Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu gugur sebagai syahid pada Perang Jamal. 30 tahun kemudian, saat kaum muslimin memindahkan makamnya, mereka menyaksikan sebuah keajaiban. Jenazah...

Kisah Umar Marah kepada Abu Bakar Melebihi Marahnya kepada Utsman

Umar bin Khattab pernah marah kepada beberapa sahabat, terutama Abu Bakar Ash Shiddiq. Saat itu Umar sedang berduka karena menantunya meninggal dunia sehingga putrinya...

Penasaran Hadits Ini, Istri-Istri Nabi Mengukur Panjang Tangannya

Para istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintai beliau. Tak hanya ingin menemani beliau di dunia, para ummul mukminin juga ingin segera menyusul Rasulullah...