Merasa Jauh dengan Allah? Lakukan 3 Hal Ini Agar Dekat Dengan-Nya (3)

Makna pertama dari dekatnya seorang hamba dengan Allah Ta’ala ialah dimudahkan dan diistiqamahkannya seorang hamba dalam berbagai jenis amal ketaatan. Taat dengan berbagai amalan shalih yang kian menyadarkan kelemahan dirinya di hadapan Allah Ta’ala Yang Mahakuat.

- Advertisement -

Dekatnya seorang hamba juga dimaknai dengan meniru sifat-sifat Allah Ta’ala Yang Mahaagung atau masyhur dengan asma-ul husna. Langkahnya dengan mengeliminir semua sifat atau perangai buruk yang bersumber pada perilaku hewani dan syaithani, dilanjutkan dengan meneladani berbagai sifat mulia para Nabi, kemudian berupaya menginstal sifat-sifat para malaikat yang mulia.

Ketiga, dekat dengan Allah Ta’ala bermakna memahami-Nya dengan ilmu yang telah digariskan-Nya.

“Engkau betul-betul mengetahui eksistensi-Nya, keagungan-Nya, kemuliaan-Nya, dan kesombongan-Nya,” tutur Imam Abu Bakar Al-Thurthusyi Al-Andalusi dalam Al-Kautsar.

Di tahap ilmu ini, seorang hamba harus memahami dan menyadari sepenuhnya bahwa Allah Ta’ala berbeda dengan seluruh makhluk-Nya. Sehingga, makna dekat dengan Allah Ta’ala mustahil dimaknai dengan dekatnya seorang hamba kepada sesamanya.

Begitu pula dengan keyakinan yang kuat terkait Mahakuasanya Allah Ta’ala.

Di sini, ada makna penyerahan secara total sebagaimana disebutkan dalam kalimat hauqalah (Laa haula wa laa quwwata illa billah).

- Advertisement -

Bahwa seorang hamba, sekuat, sepintar, dan seshalih apa pun, mustahil melakukan berbagai jenis amalan ketaatan untuk mendekatkan dirinya kepada Allah Ta’ala, kecuali karena kekuatan yang Dia berikan.

Seorang hamba mustahil mampu menghilangkan seluruh perangai buruk, menggantinya dengan keteladanan sifat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan memasukkan sifat-sifat malaikat ke dalam dirinya, kecuali jika Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepadanya.

Begitu pula dengan berbagai perbuatan buruk. Manusia yang lemah mustahil meninggalkannya, kecuali jika Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepadanya.

Apalagi jika dikomparasikan dengan dahsyat, keji, serta samarnya godaan setan, seorang hamba mustahil mengelak dan terhindar darinya kecuali karena pertolongan yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada-Nya.

Pengetahuan yang benar ini sangat penting. Sebab adakalanya, banyak amalan ketaatan yang terasa sia-sia bagi sebagian kita. Ada yang merasa sudah lelah dalam amalan ketaatan, tetapi ia tak kunjung merasa dekat dengan Allah Ta’ala.

- Advertisement -

Sebaliknya, ada segelintir orang yang bergelimang dalam dosa dan amat jarang beramal dalam ketaatan, tetapi ia justru mengaku dekat dengan Allah Ta’ala dan damai-damai saja hidupnya. [Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah Pemuda Melamar Calon Istri Kedua dengan Kata-Kata Bilal

Pemuda itu galau. Ia jatuh cinta kepada seorang gadis padahal dirinya sudah menikah. Hari demi hari, dirasakannya cinta makin merasuk ke jiwa....

Boleh Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Ia Amat Baik Bagimu

“Yah, kenapa sih mobil kita kecil? Sudah sesak nih,” kata seorang anak kepada ayahnya saat mereka berlima bepergian menuju sebuah tempat wisata.

Nama Istri-Istri dan Anak-Anak Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki enam orang anak. Seluruhnya menjadi tokoh-tokoh di zamannya, dalam berbagai bidang yang berbeda.

4 Keutamaan Wudhu yang Mencengangkan

Karena sering dilakukan, kadang wudhu dianggap biasa saja dan disepelekan. Padahal, keutamaan wudhu itu luar biasa. Wudhu adalah cara...