Mati Kutunya Orang Nashrani di Hadapan Orang Badui

Tidak ada agama yang benar, kecuali Islam yang mulia. Islam adalah risalah agung yang disyariatkan oleh Allah Ta’ala sejak Nabi Adam ‘Alaihis salam hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan seluruh umatnya hingga terjadinya Hari Kiamat.

- Advertisement -

Bahkan, Nabi Isa ‘Alaihis salam yang kelak diturunkan lagi ke muka bumi untuk membunuh Dajjal laknatullah pun menyembah Allah Ta’ala dan beriman dengan risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Di antara rahasia diutusnya Nabi Isa ‘Alaihis salam sebagaimana disepakati oleh ijma’ ulama, adalah bantahan terhadap kaum Nashrani yang berkeyakinan bahwa Nabi Isa ‘Alaihis salam telah mati setelah mereka bunuh.

Meski keyakinan ini sudah banyak dibantah oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an, bahkan Nabi Isa ‘Alaihis salam tidak ridha jika diirinya disembah, masih banyak umat manusia yang belum mendapatkan cahaya Islam karena satu dan lain hal.

Terkait klaim pembunuhan yang dilakukan oleh kaum Nashrani kepada Nabi Isa ‘Alaihis salam ini, ada satu kisah menarik yang dikutip oleh Dr ‘Aidh al-Qarni dalam salah satu bukunya. Orang Nashrani dibuat malu, terdiam, dan pergi dengan tangan hampa dalam perdebatan dengan kaum Badui. Padahal, kaum Badui terkenal bodohnya. Tapi, rupanya orang Nashrani ini tak bisa memberikan argumen sanggahan yang lebih tepat.

Seorang Badui tengah berdiri di tengah jalan dengan menenteng pedang. Bertemu dengan sekelompok orang, Badui ini bertanya galak, “Siapa kalian?”

“Kami,” jawab mereka, “adalah orang Nashrani.”

- Advertisement -

“Dimanakah Nabi ‘Isa ‘Alaihis salam?” tanya si Badui untuk yang kedua.

“Kami telah membunuhnya.” jawab orang Nashrani, seketika itu juga dengan nada meyakinkan.

Seraya menghunuskan pedangnya, si Badui berkata mengancam, “Jika demikian, aku tidak akan mengizinkan kalian pergi sampai kalian membayar diyat (denda atas pembunuhan kalian terhadap Nabi Isa ‘Alaihis salam).”

Sang Nashrani takut. Dan tidak bisa menyampaikan argumen bantahan. Diserahkanlah semua barang bawaannya sebagai pembayaran diyat, lalu mereka pergi dengan tangan kosong, langkah gontai, dan galau yang menyeruak karena kehilangan harta.

Allah…

- Advertisement -

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -