Cara Ketahui Kualitas Iman

Iman bukan hanya keyakinan. Tapi harus diucapkan dan dibuktikan. Kepercayaan tanpa bukti adalah munafiq. Amal tanpa percaya kepada Allah Ta’ala tidaklah bermakna untuk kehidupan akhirat. Guna mengetahui kualitas iman masing-masing kita, coba periksa empat hal ini. Jika semuanya baik, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.

Wajah

- Advertisement -

Tanda orang yang benar dan berkualitas imannya ialah wajhun thaliq. Wajah yang bersih dan murah senyum kepada sesama. Bersih karena senantiasa basah dengan air wudhu. Bersih karena sering digunakan untuk bersujud dan menghadap kepada Allah Ta’ala dalam berbagai aktivitas ibadah.

Senyumnya juga murah, merekah, dan menyejukkan karena bukti dari iman yang ada di dalam hatinya. Senyum inilah yang bernilai sedekah lantaran berhasil menjadi pengantar bahagia dan iman bagi sesamanya.

Lisan

Bukan hanya cerah wajah dan murah senyum, orang beriman juga memiliki karakter lisanun layinun. Perkataannya jujur, santun, dan rendah hati. Intonasinya cukup, tidak berlebihan. Isi perkataannya kebaikan, menyejukkan bagi siapa pun yang mendengarkannya. Tidak suka menyakiti orang. Tidak pula tinggi hati hingga kalamnya merendahkan sesama.

Mereka banyak menyaring kalimat yang hendak dilontarkan karena memahami betapa hisab terhadap lisan amatlah berat. Tidak asal bicara. Lebih banyak diam seraya berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Tangan

Yadun syahiyun. Ialah tangan yang murah hati, berbelas kasih, amat dermawan, dan tidak pernah membuat rumit urusan orang lain. Suka menolong, senantiasa memberi, ringan saat menyampaikan bantuan, dan tidak pernah berhenti dari berbuat baik kepada siapa pun, bukan hanya kepada orang-orang yang beriman.

Mereka juga tidak pandang bulu. Membantu siapa saja selama bernama makhluk. Bahkan, tangan mereka senantiasa terulur untuk hewan-hewan peliharaan atau yang dijumpai di jalanan.

Hati

- Advertisement -

Ialah qalbun wasi’un, hati yang amat lapang. Kesibukannya berbaik sangka kepada orang lain, sangat jauh dan tidak tertarik untuk berlaku sombong, dengki, atau berbangga diri. Ia lebih memilih memuji-muji nama Allah Ta’ala untuk menghilangkan seluruh penyakit hati yang amat mungkin bersarang dan berkembang di dalam dirinya.

Kejernihan dan beningnya hati inilah yang menjadi sumber atas segala kebaikan yang terpancar melalui wajah bersih dan senyum menyemangati, lisan yang tak pernah menyakiti orang lain, dan tangan yang senantiasa ringan dalam memberikan bantuan kepada sesama makhluk Allah Ta’ala.

Semoga kita termasuk bagian dari mereka. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...

Tanda-Tanda Lailatul Qadar, Segera Lakukan Ini Jika Mendapatinya

Tak seorang pun di masa sekarang yang bisa memastikan kapan turunnya lailatul qadar. Namun Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan tanda-tanda lailatul...