Sufi Terkemuka yang Banyak Diikuti

Mari berkenalan dengan salah satu sufi terkemuka yang karyanya abadi hingga kini. Ialah laki-laki yang lahir di Bashrah sekitar tahun 165 Hijriyah dan wafat di tahun 243 Hijriyah. Nama lengkapnya Abu Abdillah al-Harits bin Asad al-Muhasibi. Selain sufi, beliau merupakan ulama yang produktif menuliskan kitab. Ada dua ratusan kitab yang beliau tulis. Salah satunya adalah Risalah al-Mustarsyidin dan ar-Ri’ayah.

- Advertisement -

Imam al-Harits al-Muhasibi merupakan salah satu guru Imam Junayd al-Baghdadi. Ialah sufi masyhur yang sandanya dirunut dan diikuti oleh Nahdhatul Ulama’. Imam al-Muhasibi juga menjadi pelopor dalam ilmu pengobatan jiwa. Beliaulah yang menjadi inspirator bagi Imam al-Ghazali hiingga melahirkan Ihya’ ‘Ulumuddin yang amat monumental.

Sebagai bukti bahwa beliau merupakan sufi terkemuka, berikut ini komentar-komentar ulama’ lain untuk sosok yang disebutkan rajin melakukan muhasabah hingga digelari al-Muhasibi.

Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah mengatakan bahwa Imam al-Muhasibi merupakan sosok yang menghabiskan waktunya untuk berbuat baik, berdakwah, menulis, dan beribadah kepada Allah Ta’ala.

“Tidak ada satu hembusan pun dari nafasnya, kecuali dia gunakan untuk kebaikan dan ketaatan yang pahalanya dia harapkan di sisi Allah Ta’ala.” ungkap Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam Syarah Risalah al-Mustarsyidin.

Imam Abu Manshur Abdul Qahir at-Tamimi al-Baghdadi menyampaikan pengakuannya dengan mengatakan, “Dia adalah ulama’ kaum Muslimin dalam bidang fiqih, tasawuf, hadits, dan ilmu kalam.”

Pengakuan bahwa Imam al-Muhasibi merupakan pakar hadits dan ilmu kalam juga disampaikan oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam salah satu kitabnya.

- Advertisement -

“Al-Muhasibi adalah,” ungkap Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin, “tinta umat dalam bidang ilmu dan muamalah. Dia lebih dahulu mengarang daripada seluruh peneliti yang mengkaji noda-noda jiwa, kerusakan-kerusakan amal, dan ketertipuan-ketertipuan dalam ibadanya. Kata-katanya layak dikutip apa adanya.”

Ulama’ lain yang juga penulis kitab al-I’tisham, Imam asy-Syathibi Rahimahullahu Ta’ala menyanjung Imam al-Muhasibi dengan berkata, “Al-Harist al-Muhasibi termasuk sufi terkemuka dan diikuti.”

Bagi sahabat yang ingin mengenal sosok Imam al-Harits al-Muhasibi lebih dekat, silakan nikmati salah satu bukunya yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Salah satunya adalah Risalah al-Mustarsyidin yang benar-benar mencerahkan jiwa. Kitab ini semakin kaya nutrisi jiwanya lantaran dijelaskan oleh Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah sehingga lengkap dengan paparan hadits, kisah-kisah tabi’in nan mencerahkan, juga argumen-argumen lugas yang membuat hati merasakan kesejukan.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

NB: Yang berminat memiliki buku Risalah al-Mustarsyidin (terjemah Bahasa Indonesia) bisa hubungi 085691479667.

- Advertisement -

Terbaru

Nasehat Rasulullah Ini Mak Jleb Buat Kita di Bulan Syawal

“Ayo, mana yang lain?” Admin ODOJ mengingatkan di grup. Banyak yang belum tuntas tilawah harian. Pertengahan Syawal telah lewat, namun setoran juz...

Kisah Imam Ahmad dan Dahsyatnya Istighfar Penjual Roti

Sebelum meninggal, Imam Ahmad rahimahullah menceritakan bahwa suatu waktu dalam hidupnya, ketika usianya mulai tua, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengunjungi satu kota...

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...