Beginilah Cara Allah Menurunkan Rezeki kepada Mujahidin

Jihad sebagai puncak keimanan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang benar kualitas iman dan taqwanya kepada Allah Ta’ala. Di dalam jihad, nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan benar-benar terlihat dengan jelas. Di sanalah dibuktikan makna kesabaran, pengorbanan, kesungguhan, tawakkal, dan lain sebagainya.

- Advertisement -

Maka para mujahid adalah orang-orang biasa yang berusaha memaknai setiap ajaran Islam yang mereka pelajari. Mereka mengerahkan segala kemampuan fisik, pikiran, dan ruhani untuk membuktikan keimanan yang sebelumnya telah mereka ikrarkan.

Terkait jatah rezeki, para mujahid adalah sosok yang paling sering membuktikan janji Allah Ta’ala. Bahwa Dia pasti memberikan rezeki kepada orang yang beriman dari arah yang tidak pernah disangka sebelumnya.

Saat jihad di Afghanistan, tepatnya di daerah Mazari Syarif, pasukan mujahidin berhasil mengepung tentara Rusia. Berhari-hari melakukan pengepungan, hingga kedua kubu kehabisan bekal makanan, minuman, dan obat-obatan.

Beberapa hari berlalu, sampailah pada hari ketika pasukan Rusia meminta bantuan kepada markas pusat negeri komunis itu. Tak lama kemudian, datanglah bantuan bekal yang dikirimkan dengan menggunakan helikopter.

Ada dua puluh kotak berisi makanan, minuman, dan obat-obatan. Atas kehendak dan kekuasaan Allah Ta’ala, dua puluh kotak tersebut pun diturunkan tepat di lokasi yang diminta oleh pasukan Rusia yang terkepung. Rupanya, melalui musuh-musuh Allah Ta’ala itu pula, kaum muajahidin mendapatkan rezeki makanan, minuman, dan obat-obatan. Pasalnya, delapan belas kotak tersebut jatuh di lokasi mujahidin, sedangkan dua di antaranya jatuh di lokasi pasukan Rusia yang terkepung. Allahu akbar walillahil hamd.

“Beberapa kali,” kisah Syeikh Abdullah Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah, “mujahidin dikepung oleh musuh, lalu mereka berdoa kepada Allah Ta’ala. Kemudian, Dia pun memberikan rezeki dari arah yang tidak pernah disangka-sangka oleh mujahidin.”

- Advertisement -

Begitu pun saat para mujahid kehabisan senjata. Mereka pun memanjatkan pinta kepada Allah Ta’ala hingga Dia memberikan segala jenis persenjataan dari arah yang tidak pernah diduga sebelumnya.

Sungguh, yang demikian ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang benar iman dan taqwanya. Jihad adalah keagungan. Dan Allah Ta’ala hanya mengutus hamba-hamba yang agung ke medannya. Maka, layakkan dirimu. Kelak, Dia akan mengutusmu ke medan jihad sesuai Kehendak-Nya. [Pirman/Kisahikmah]

- Advertisement -

Terbaru

Kisah Pemuda Melamar Calon Istri Kedua dengan Kata-Kata Bilal

Pemuda itu galau. Ia jatuh cinta kepada seorang gadis padahal dirinya sudah menikah. Hari demi hari, dirasakannya cinta makin merasuk ke jiwa....

Boleh Jadi Kamu Membenci Sesuatu, Padahal Ia Amat Baik Bagimu

“Yah, kenapa sih mobil kita kecil? Sudah sesak nih,” kata seorang anak kepada ayahnya saat mereka berlima bepergian menuju sebuah tempat wisata.

Nama Istri-Istri dan Anak-Anak Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki enam orang anak. Seluruhnya menjadi tokoh-tokoh di zamannya, dalam berbagai bidang yang berbeda.

4 Keutamaan Wudhu yang Mencengangkan

Karena sering dilakukan, kadang wudhu dianggap biasa saja dan disepelekan. Padahal, keutamaan wudhu itu luar biasa. Wudhu adalah cara...