Begini Cara Jitu Melawan dan Melenyapkan Hoax

Menulis Kebaikan

- Advertisement -

Kebaikan tidak hanya bisa dilakukan. Kebaikan pun bisa dituliskan. Menuliskan kebaikan sebagai tanda saling nasihat-menasihati. Nasihat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Melalui tulisan, kebaikan seseorang mampu menebarkan kebaikan yang akan dilakukan oleh dirinya sendiri dan diikuti pembaca.

Bukankah itu merupakan investasi dengan pahala berlimpah?

Tulisan kebaikan bisa berbuah pahala yang mengalir terus-menerus tanpa henti, walaupun sang penulisnya sudah tidak ada lagi. Ajakan berbuat kebaikan lewat tulisan merupakan sebuah sarana yang sangat mudah dan ringan dilakukan di zaman sekarang. Terlebih dengan akses intenet tanpa batas, sehingga ini menjadi lahan ‘basah’ yang bisa digunakan untuk memperbayak pahala tanpa harus melakukan sesuatu. Di dalam dunia ekonomi, kita mengenalnya dengan istilah passive income.

Saat ini banyak tulisan yang berhamburan tanpa nilai bahkan hanya sebuah kebohongan belaka (hoax). Sebuah tulisan atau informasi yang hanya di-copy paste tanpa melakukan penyelidikan atau pencaritahuan terlebih dahulu.

Apakah isi tulisan itu benar ataukah hanya propaganda yang digunakan untuk mempengaruhi pembacanya?

Dari sinilah, kita harus mengambil peran untuk menulis kebaikan sebagai upaya menghalau dan melawan informasi-informasi hoax. Jika tidak diimbangi dengan tulisan kebaikan, orang-orang akan lebih banyak membaca tulisan keburukan sehingga pola pikirnya menjadi buruk dan berujung pada akhlak yang buruk pula.

- Advertisement -

Apa yang dibaca itulah yang akan menjadi pola berpikir. Jika kebaikan yang dibaca, maka kebaikan pula yang menjadi pola pikirnya. Tapi sebaliknya, apabila keburukan lebih banyak dibaca dan membekas di dalam pikirannya, tidak menutup kemungkinan keburukan itu akan dilakukannya.

Menulis kebaikan sebagai penyeimbang untuk tulisan-tulisan yang beraromakan keburukan. Tulisan dibalas dengan tulisan. Itulah yang sekarang banyak terjadi. Namun, dari banyaknya tulisan yang dibalas dengan tulisan itu, mereka masih mementingkan kepentingan pribadi untuk saling menyerang antara satu dengan yang lainnya. Sulit bagi kita untuk membedakan mana yang benar di antara kedua belah pihak. Hanya caci maki dan hinaan yang mereka tuliskan.

Menulis kebaikan menjadi jalan terang bagi diri dan orang-orang di sekitar kita. Mereka lebih menginginkan kebaikan daripada keburukan. Tapi, tulisan kebaikan masih terbatas jika dibandingkan dengan tulisan keburukan.

Media saling mementingkan kepentingan pribadi atas kepentingan umat. Informasi yang disebarkan ke masyarakat menjadi minim dari nilai kebaikan.

Tulislah kebaikan dari berbagai kebaikan. Sebab, kebaikan sangat indah untuk dilihat. Seperti saat kita melihat orang berbuat baik. Bukankah kita akan merasakan sesuatu yang indah saat itu?

- Advertisement -

Begitu pula dengan tulisan kebaikan. Tulisan kebaikan akan membuat orang merasakan keindahan dan tergerak untuk turut melakukan kebaikan yang telah dituliskan.

Menuliskan kebaikan merupakan perbuatan yang mudah, semudah melakukan kebaikan. Namun, tidak banyak orang yang mau untuk menuliskannya. Masih ada segelintir orang yang tidak mau untuk melakukan kebaikan. Mereka lebih memilih untuk melakukan keburukan, walaupun hati kecil mereka tetap mengatakan kebaikan itu tetap indah. [Aulia Rahim – Peserta Belajar Menulis Online]

- Advertisement -

Terbaru

Habis Idul Fitri Langsung Puasa Syawal, Ini Keutamaannya

Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah jatuh pada hari Ahad, 24 Mei 2020. Senin, 2 Syawal 1441 bertepatan dengan 25 Mei 2020,...

Lailatul Qadar Jatuh pada Malam 27 Ramadhan? Ini Dalil dan Tandanya

Lailatul Qadar jatuh pada malam berapa? Tak ada seorang pun yang bisa memastikannya. Namun ada dalil hadits yang menunjukkan secara umum, kemudian...

Ciri Orang yang Mendapat Lailatul Qadar

Lailatul qadar memang tidak bisa dipastikan tanggal berapa turunnya. Namun ada tanda-tandanya sebagaimana disebutkan dalam hadits dan dijelaskan para ulama. Lalu bagaimana...

Tanda-Tanda Lailatul Qadar, Segera Lakukan Ini Jika Mendapatinya

Tak seorang pun di masa sekarang yang bisa memastikan kapan turunnya lailatul qadar. Namun Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan tanda-tanda lailatul...