Amalan yang Membebaskan Anda dari Kesulitan Dunia dan Akhirat

Inilah di antara rambu-rambu Rabbani dalam beramal. Allah Ta’ala melalui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memotivasi kaum Muslimin agar bergegas melakukan amal saleh di dunia dengan iming-iming balasan abadi di akhirat kelak.

- Advertisement -

Lakukan amalan-amalan ini di dunia, dan kelak, Allah Ta’ala akan berikan yang jauh lebih baik di akhirat.

“Barang siapa meghilangkan kesulitan pada orang Mukmin di dunia, niscaya Allah Ta’ala akan menghilangkan kesulitannya di Hari Kiamat.”

Bukankah setiap kaum Muslimin pasti diuji dengan kesulitan hidup? Tidakkah kita tergerak untuk turut menghilangkan satu dari banyak kesulitan itu? Maka, berkunjunglah ke rumah mereka, dengarkan keluhannya, dan pandailah menempatkan diri untuk mengambil bagian.

Maka, jika saudara Muslim itu mengalami kesulitan membayar biaya sekolah anak-anaknya, segeralah bicarakan dengan istrimu untuk alokasikan anggaran demi membantunya. Tak harus banyak. Asal ikhlas dan sesuai dengan kemampuan terbaik yang dimiliki. Sebab, hal-hal besar itu selalu dimulai dari hal kecil dan tampak sederhana.

“Barang siapa yang memberikan kemudahan orang yang pailit, maka Allah Ta’ala akan memberikan kemudahan padanya di dunia dan akhirat.”

Dalam berinteraksi, pastilah ada orang-orang yang bermasalah dengan kita. Baik terkait hutang piutang atau muamalah lainnya. Maka, demi mempraktikkan ajaran nan mulia ini, berhentilah sejenak untuk meneliti dengan seksama.

Adakah orang yang memiliki hutang dengan kita dan sudah jatuh tempo? Adakah orang yang meminjam sesuatu selain uang, sudah jatuh tempo pengembalian, namun ia tak kunjung berkunjung? Jika ada, berniatlah untuk memberikan kemudahan padanya. Baik dengan pemberian waktu lebih, atau memberikan pembebasan sebagaimana dicontohkan dengan sangat baik oleh Nabi dan sahabat-sahabatnya.

“Barang siapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah Ta’ala akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.”

Tiada manusia yang tak memiliki cela. Tak ada insan yang bebas dari aib. Sebab manusia memang tak sempurna. Sebab itulah, mengetahui aib sesama di zaman ini seperti sebuah rahasia umum. Bahkan, banyak sekali kaum Muslimin yang tidak merasa bersalah saat membincangnya.

- Advertisement -

Padahal, membiacarakan aib dihukumi ghibah, seperti memakan bangkai saudaranya. Dan, ulama sepakat menghukuminya sebagai perbuatan keji dan terlarang. [Pirman]

Berdasarkan Hadits Riwayat Imam Muslim (2/2074)

Berlanjut Ke Amalan yang Membebaskan Anda dari Kesulitan Dunia dan Akhirat (Bagian 2)

- Advertisement -

Terbaru

- Advertisment -