Ya Rasulullah, Masjid Apa yang Pertama Kali Didirikan?

1
ilustrasi Masjid

Masjid secara bahasa bermakna tempat sujud. Pemuda yang menautkan hatinya di masjid-masjid Allah Ta’ala, baginya janji naungan di hari ketika tak ada lagi naungan selain naungan-Nya. Sedangkan kaum muslimin yang bersegera mendatangi masjid pada shalat lima waktu, baginya janji pengampunan dosa dan diangkat derajatnya di sisi Allah Ta’ala.

Di dalam masjid ada ketenangan, kedamaian, kebahagiaan, dan kecukupan atas dunia yang semakin ganas dan tak beradab. Di dalam masjid ada ketundukan dan kepatuhan. Pasalnya, dari sekian banyak kaum muslimin di suatu daerah, di zaman ini; hanya beberapa yang menautkan hati dan menyimpan kerinduan kepada rumah-rumah Allah Ta’ala itu.

Semua masjid adalah tempat pilihan. Di dalamnya senantiasa disebut-sebut nama Allah Ta’ala melalui tasbih, tahmid, tahlil dan juga takbir, serta shalawat kepada Nabi-Nya yang mulia. Ialah sebentuk pengakuan tulus dari seorang hamba kepada Rabb dan utusan-Nya.

Namun, dari sekian banyak jumlah masjid di muka bumi ini, ada masjid-masjid pilihan sebab keutamaannya. Ialah masjid yang memiliki sejarah sebagai awal perjuangan Islam, dan diberkahi oleh Allah Ta’ala.

Di dalam riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Ahmad bin Hanbal, Abu Dzarr al-Ghifari bertanya, “Ya Rasulullah, masjid apa yang pertama kali didirikan?”

Jawab Nabi, “Masjidil Haram.”

“Kemudian,” lanjut Abu Dzarr sampaikan tanya, “masjid apa lagi?”

“Masjid al-Aqsha,” tutur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Maka ketika Abu Dzarr sampaikan tanya ketiga, “Berapa lama jarak (pembangunan) antara keduanya?”, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Empat puluh tahun.”

“Kemudian,” pungkas Rasulullah menyampaikan jawaban kepada sahabatnya itu, “di mana pun waktu shalat tiba, maka shalatlah di sana. Karena semua bumi ini adalah masjid (tempat sujud).”

Itulah Masjidil Haram yang diberkahi. Siapa yang masuk ke dalamnya, terjamin baginya keamanan. Bahkan seorang pembunuh yang masuk ke dalam Masjidil Haram yang terletak di Makkah, ia tak akan dibunuh kecuali keluar dari dalamnya.

Selain diberkahi, Masjidil Haram juga menjadi petunjuk bagi umat manusia.

Semoga Allah Ta’ala segera kurniakan kemampuan kepada kita untuk menunaikan Haji Wajib dan Umrah; menapaki jejak perjuangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabatnya. Aamiin. [Pirman]

Berita sebelumyaSetelah Tahu Ayat Ini, Orang Terkaya di Madinah Langsung Infaqkan Kebun Kesayangannya
Berita berikutnyaWasiat Rasulullah Tiga Hari Sebelum Beliau Wafat

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.