Ya Rasulullah, Apakah Kekayaan Itu Buruk?

2

Ketika itu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya Radhiyallahu ‘anhum ajma’in. Beberapa jenak kemudian, datanglah seorang laki-laki dari golongan miskin. Ia mendekat pada salah satu orang kaya di antara perkumpulan itu.

Didekati oleh si miskin, laki-laki kaya terlihat menghindar seraya menarik baju, agar tidak tersentuh oleh si miskin.

Melihat kejadian itu, Nabi pun bertanya kepada si, “Hai Fulan, apakah engkau khawatir jika kekayaanmu akan berpindah kepadanya, dan kemiskinannya akan berpindah kepadamu?”

Bukannya menjawab, si kaya malah balik bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kekayaan itu buruk?”

“Ya,” jawab Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “sungguh kekayaanmu itu mengajakmu ke neraka, sedangkan kemiskinan orang itu mengajaknya ke surga.”

Tanya laki-laki kaya itu kepada Nabi, “Jika demikian, bagaimana caranya agar kekayaan itu dapat menyelamatkanku?”

Caranya, terang Nabi yang mulia, “Engkau memberikan bantuan kepadanya (si miskin).”

“Kalau begitu,” tegas si kaya, “aku akan melaksanakannya.”

Mendengar jawaban si kaya, si miskin pun menyahut, “Aku,” jelasnya dengan penuh wibawa, “sama sekali tidak menginginkan bantuannya.”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun menjawab sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam ‘Uddatush Shabirin, “Kalau begitu, mohonkanlah ampun dan doakanlah saudaramu.”

Kekayaan, dalam riwayat ini, bisa membinasakan pemiliknya sebab terdapat kesombongan di dalamnya. Si kaya merasa lebih mulia dari si miskin. Hal itu ditandai dengan menghindar saat si miskin mendekat. Padahal si miskin tidak menginginkan bantuan materi dari si kaya.

Hikmah kedua, si miskin sabar dengan apa yang dikaruniakan kepadanya. Kesabaran itu dutunjukkan dengan tidak mudah menerima uluran tangan dari si kaya, melainkan mengupayakan rezeki sebagaimana kemampuan terbaik yang bisa diupayakannya. Tentunya, ini merupakan sebuah kehormatan yang penuh wibawa.

Terakhir, hendaknya kaum Muslimin saling mendoakan. Doa adalah salah satu hak saudara sesama muslim dan bukti cinta. Mendoakan juga menjadi sarana yang ampuh agar Allah Ta’ala mencukupi semua kebutuhan kita. Pasalnya, Allah Ta’ala akan memberikan yang serupa dengan sesuatu yang didoakan oleh seorang hamba kepada saudaranya sesama muslim.

Semoga Allah Ta’ala jadikan kita hamba yang bersyukur jika diberi kekayaan berlimpah, dan hamba yang bekerja giat karena Allah Ta’ala dan bersabar jika diberi ujian dan karunia kemiskinan. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaLima Tujuan Membaca al-Qur’an Menurut Ustadz Bachtiar Nasir (2)
Berita berikutnyaYang Paling Dekat Tempat Duduknya dengan Rasulullah di Hari Kiamat

2 KOMENTAR

  1. Jadi kaya itu baik jika digunakan untuk tujuan akhirat yaitu sering bersedekah. Sebagaimana sahabat Rosulullah SAW Abdurahman bin Auf dan Usman Bin Affan. Menggunakan kekayaan untuk makin banyak sedekah. Semoga kita tidak haus akan dunia dan semua dikembalikan untuk Allah. Aamiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.