Waspadailah Lima Racun Hati

0
ilustrasi @ustadchandra

Silakan berbangga diri dengan banyaknya harta, tanah perkebunan, aset properti, gemuk dan tambunnya rekening serta tingginya jabatan yang anda miliki.

Silakan pula kisahkan kepada khalayak tentang cantik, kaya, terhormat dan banyaknya istri-istri anda. Atau, banyak, pandai, berprestasi dan kebanggan yang ada pada anak-anak anda.

Tapi, ingatlah satu hal. Yaitu kepastian datangnya hari yang luar biasa dahsyatnya. Dimana pada hari itu, tak bermanfaat sedikit pun harta maupun keturunan anda, kecuali bagi siapa yang datang bertemu Allah Ta’ala dengan hati yang selamat.

Guna menjaga hati agar senantiasa selamat, seseorang harus menjaganya dari lima racun hati yang sumbernya dari dalam diri manusia. Kelima racun hati ini, jika senantiasa dibiarkan, maka mereka bisa menjadi sebab terjerumusnya diri ke dalam neraka yang menyala siksanya.

Perkataan yang Berlebih

Sealamatnya manusia tergantung pada lisan. Jika luka yang ditimbulkan oleh pisau, pedang, gunting atau alat tajam lainnya bisa sembuh dalam hitungan hari atau bulan, maka luka yang disebabkan oleh lisan, bekasnya akan senantiasa menancap dalam hati.

Karenanya, berhati-hatilah dalam setiap kalam. Jangan berlebihan dalam berkisah ataupun bercanda. Apalagi jika sampai mencaci, olok-olok, ghibah maupun fitnah.

Pandangan nan Tak Terjaga

Mata adalah salah satu nikmat yang Allah Ta’ala kurniakan kepada manusia dan makhluk-Nya yang lain. Berguna untuk memandang, mata bisa menjadi sumber pahala ataupun petaka.

Karenanya, di dalam al-Qur’an, Allah Ta’ala menyampaikan agar kaum muslimin dan muslimat senantiasa menjaga pandangan dengan menundukkannya. Sebab, mata yang tak terjaga bagai anak panah iblis yang bisa membunuh siapa yang lalai dengan mengumbarnya untuk sesuatu yang diharamkan-Nya.

Pasalnya, saat mata tak kuasa menunduk, kemudian biasa menyaksikan yang diharamkan oleh Allah Ta’ala, maka hati seseorang akan menjadi keras dan tak kuasa merasakan lezatnya beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Pandangan yang tak terjaga juga menjadi sebab bagi terhalangnya seseorang dalam menghambakan diri kepada Allah Ta’ala.

Banyak sekali kisah ketergelinciran seorang hamba lantaran ia mengumbar pandangan pada sesuatu yang haram. Bahkan zina yang amat besar dosanya bisa bermula dari tak kuasanya seseorang dalam menjaga pandangan. [Pirman]

Bersambung ke Waspadailah Lima Racun Hati (Bagian 2)

Berita sebelumyaDua Kali Lipat Balasan Sedekah dalam Dua Jam
Berita berikutnyaWaspadailah Lima Racun Hati (Bagian 2)