Wasiat Nenek KH Muhammad Arifin Ilham yang Selalu Beliau Amalkan

0

Kita semua pasti memiliki nenek dan kakek, entah masih hidup atau sudah lebih dahulu menghadap Allah Ta’ala. Nenek dan kakek adalah sosok tak tergantikan yang karenanya, kita hadir di muka bumi ini. Banyak kebaikan yang dilakukan oleh mereka, bahkan tak jarang, mereka lebih sayang kepada kita daripada sayangnya bapak dan ibu kita.

Banyak kenangan bersama kakek dan nenek. Dua manusia mulia ini banyak menghabiskan waktu bersama kita, para cucunya. Banyak hikmah yang diajarkan oleh mereka, agar kita menjalani kehidupan yang menyenangkan di kemudian hari.

Salah satu kenangan indah bersama nenek bisa kita dapati dari dai kharismatik asal Banjarmasin ini. Dalam salah satu status hikmahnya, Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilmah mengisahkan salah satu wasiat neneknya kepada kaum Muslimin.

Bukan wasiat biasa, sebab sang dai mengaku menjadikan wasiat tersebut sebagai pegangan hidup hingga berpengaruh dalam kehidupan dai yang kini menetap di Sentul Bogor Jawa Barat ini.

“Dulu,” tutur Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham, “almarhumah nenek berwasiat, ‘Ingat cucuku, jika sukses, ingatlah Nabi Sulaiman ‘Alaihis salam. Jika susah, ingatlah Nabi Ayyub ‘Alaihis salam.’ Subhanallah, terima kasih, Nek.”

Dua nasihat yang disampaikan oleh nenek Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham ini merupakan kalimat kebaikan yang berdasarkan al-Qur’an dan Hadits juga pengalaman hidup. Meski singkat, kalimat ini memiliki makna yang sangat luas dan mendalam, seluas kandungan nilai-nilai yang ada dalam Islam yang mulia.

Wasiat sang nenek kepada Kiyai Arifin adalah anjuran untuk bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan bersabar saat mendapatkan ujian hidup berupa kesukaran. Syukur dan sabar inilah dua hal yang disebut keajaiban dan hanya terdapat pada orang-orang yang beriman.

Dalam bahasan lebih lanjut, syukur dan sabar merupakan jalan yang harus ditempuh jika seorang hamba menginginkan kehidupan yang sukses di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat kelak. Dua kunci ini merupakan kepastian yang harus dijalani dalam hidup, sebab kehidupan adalah parade pergantian antara bahagia dan duka, selang-seling, seterusnya sampai seorang hamba meninggal dunia.

Inilah wasiat agung nenek Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham, apa nasihat nenek sahabat sekalian?

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumya4 Amalan Pengubah Taqdir
Berita berikutnyaDari 3 Jenis Manusia Ini, Jangan Sampai Jadi yang Kedua!