Upaya Hijrah dari K-Pop

0
383

Tiba-tiba saya merinding ketika membaca materi Belajar Menulis Online. Entah karena udara yang mulai dingin atau karena ucapan pemateri yang saya dengarkan melalui voice note WhatsApp yang menyentuh hati.

Amalan unggulan apa yang diyakini bisa membantu kita pada Hari Akhir?

Mengingat mati saja sudah takut,  tapi anehnya tidak menyiapkan apa-apa. Sudah begitu tidak berusaha juga untuk menyiapkan sebaik-baiknya. Saat ini saya hanya merasa ingin hidup dan lupa ada kehidupan setelah ini.

Astaghfirullahal ‘azhim. Ampuni saya, ya Allah karena termasuk orang yang lalai.

Berapa orang yang akan terus mengingat diri ini setelah kita mati? Berapa orang yang menganggap kita orang baik? Berapa orang yang mengingat kita sebagai pribadi yang bermaanfaat?

Tiba-tiba saya tengok akun facebook, tempat saya ngobrol dengan kawan-kawan di dunia maya. Saya ingat-ingat komentar saya, adakah saya menulis sesuatu yang menyakitkan atau tidak bermanfaat atau humor yang mengarah kepada keburukan? Na’udzhubillah

Mungkin ini bisa menjadi jalan yang dikirim Allah agar saya melakukan introspeksi diri. Saya meyakini, tidak ada yang kebetulan. Semua kejadian berada dalam taqdir Allah Ta’ala sejak awal hingga akhirnya saya mengikuti program ini.

Ketika memeriksa diri, apakah niat saya mengikuti kelas ini? Saya merasa tertampar karena tidak berniat mengharap Ridha Allah atau agar bermanfaat untuk orang lain.

Niat saya bisa menulis untuk membuat skrip iklan yang baik untuk berjualan online, agar iklan saya diterima dan dipahami hingga berakhir dengan closing serta repeat order.

Tapi bismillah, mudah-mudahan ini awal yang baik. Luruskan niat, saya menulis sebagai pengingat diri menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat untuk keluarga dan orang banyak.

Saya juga sadar, niat saja tidak cukup. Saya harus berusaha sebaik mungkin dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Termasuk dengan lebih banyak membaca dan mengurangi nonton drama.

Tentang hobi nonton ini, saya sendiri terheran-heran. Saya merasa bukan lagi hobi, tapi maniak. Saya tertampar lagi ketika saya hanya sedikit mengetahui ulama-ulama atau imam besar atau sahabat Rasulullah. Saya lebih hafal aktor dan aktris Korea serta boy band atau girl band. Miris sekali.

Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami dalam kebaikan. Semoga ilmu yang saya pelajari benar-benar bermanfaat buat saya, keluarga, dan orang lain. [Ana Y-Peserta Belajar Menulis Online]

SHARE
Previous articleBukan Khadijah, Tetapi Fathimah
Next articleAgar Tak Sia-Sia Jalani Hidup, Lakukan Ini