Tragedi Cinta Anak Raja

0
2715
sumber gambar: jambisatu.com

Raja ini didera galau berkepanjangan. Kebanggaannya berangsur surut. Bayang-bayang buruk senantiasa bergelayut, manja di benaknya. Sebuah soalan besar berada di hadapannya, tapi solusi tak kunjung menghampiri; anak semata wayangnya tak menunjukkan bakatnya sebagai seorang raja selayak dirinya.

Berbagai jalan ditempuh. Beragam cara diupayakan. Banyak solusi digalang. Sang raja mengumpulkan seluruh menteri dan pembesar kerajaan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

Dari banyak pertimbangan, akhirnya sang raja mengadopsi satu ide yang dia kira paling cemerlang. Paling manjur. Dan paling masuk akal.

Berselang beberapa hari setelah rapat besar kerajaan itu, sang raja mendatangkan sebanyak mungkin gadis-gadis cantik di kerajaannya. Dipilih dengan seleksi ketat hingga terpilih gadis-gadis dengan kualitas terbaik; bukan sekadar cantik, tapi bisa menggamit hati para laki-laki, termasuk anak semata wayangnya.

Seketika itu, istana kerajaan menjadi merah jambu. Cinta bertebaran dimana-mana. Rindu menyeruak di banyak sudut. Bunga-bunga berlomba menampakkan kuncupnya yang paling indah dan penuh pesona. Hingga datanglah sebuah keajaiban; anak sang raja benar-benar jatuh cinta.

Sebelum itu, sang raja telah mengatur semuanya. Kepada bidadari dunia yang ditugaskan di istananya, sang raja berpesan, “Jika anakku jatuh hati pada salah seorang di antara kalian, sampaikan kepadanya bahwa dia tidak cocok untuk mendapatkan cinta kalian. Kalian hanya layak dipersunting oleh laki-laki yang berbakat menjadi raja.”

Tak butuh waktu yang lama sejak jatuh hati, sang pangeran menyatakan cinta kepada salah satu bunga yang mekar dengan pesonanya di istana sang ayah. Dengan cerdik bergestur menggoda, sang wanita penggamit hati pangeran itu menyampaikan kalimat yang didaulatkan oleh sang raja. Persis. Tanpa sedikit pun perubahan.

Maka hari-hari setelah deklarasi cinta sang pangeran adalah hari penuh gelora. Sang pangeran benar-benar berubah. Dia mendatangi ayahnya dan meminta didampingi oleh para kesatria kerajaan. Dia hendak belajar tentang ilmu-ilmu dan semua keahlian yang dibutuhkan oleh seorang raja.

Setiap hari setelah itu, sang raja merasa lega. Hatinya damai. Pikirannya terbuka. Betapa ternyata, solusi atas persoalan anaknya hanyalah soal cinta. Saat cinta sudah ditemukan, selesailah semua masalah.

Adakah kita sedikit merenung; jika cinta kepada manusia saja bisa sedemikian hebat pengaruhnya, bagaimana dahsyatnya pengaruh cinta seorang hamba kepada Allah Ta’ala sang Maha Pencipta?

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]