Tidaklah Anda Masuk Surga Akhirat sebelum Merasakan Surga Dunia

0
sumber gambar: darulkalem.com

Laki-laki teguh nan penuh wibawa ini menyampaikan nasihat kepada murid terbaiknya, “Di dunia ini ada suatu surga. Barang siapa yang tidak mau memasukinya, niscaya dia tidak akan masuk surga di akhirat.”

Surga di dunia ini, sebagaimana disebutkan oleh sang laki-laki yang tak lain adalah Imam Ibnu Taimiyah kepada muridnya Ibnul Qayyim al-Jauziyah, adalah iman kepada Allah Ta’ala dan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Itulah surga dunia. Itulah kenikmatan di negeri ini. Itulah di antara hal-hal yang membuat orang-orang beriman merasakan betah di tempat yang fana ini. Jika bukan karena iman dan meneladani ajaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, tidaklah orang-orang beriman merasa betah di dunia ini.

Sedangkan orang-orang yang tidak mau memasuki surga di dunia ini adalah mereka yang menuruti hawa nafsu dan syahwatnya. Ialah mereka yang mengikuti egonya, sombong, hingga menuhankan dirinya sendiri, serta mereka yang menuruti semua bisikan syahwat hingga menghancurkan dirinya sendiri.

Orang-orang seperti inilah yang tidak akan pernah merasakan surga sejati di akhirat kelak. Dia telah melakukan semua jenis kenikmatan terlarang di dunia hingga tak layak menikmati kesejatian di akhirat kelak.

Berbeda dengan orang beriman yang menahan diri dari keharaman. Bahkan terhadap yang halal, orang-orang beriman sangat membatasi diri, tidak berbuat berlebih-lebihan. Dia bersikap adil dan pandai mengukur dirinya.

Ungkapan ini hendaknya dijadikan sebuah ajaran amat berharga bagi masing-masing kita. Tidak ada dikotomi antara surga dunia dan surga akhirat. Surga dunia adalah syarat utama bagi siapa pun orang beriman yang menginginkan surga akhirat.

Sebaliknya, siapa yang tidak mau memasuki surga di dunia, mustahil baginya untuk merasakan surga di akhirat kelak.

Sayangnya, makna surga dunia ini sudah disalahartikan. Banyak yang mendakwahkan bahwa surga dunia hanya berkisar antara makanan, rumah mewah, aset melimpah, pelampiasan syahwati, menenggak minuman haram, menumpuk harta haram, dan lain sebagainya.

Padahal, semua itu bukanlah surga, tapi neraka dunia sebelum neraka yang sebenarnya di akhirat kelak.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaMengapa Imam Malik Hidup dalam Kemewahan?
Berita berikutnyaSetelah Bersyahadat, Keluarga Laki-laki Ini Diserang, Rumahnya Dibakar