Ternyata, Setan Pun Menikah!

2

Pada sebuah siang, dihadapkanlah seorang anak manusia kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Para sahabat mengisahkan, bahwa orang itu tidur dari malam dan baru terbangun ketika mentari telah meninggi. Seseorang itu tertinggal dari mendirikan shalat ‘Isya’ dan Shubuh.

Kepada orang itu, sebagaimana diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan dishahihkan oleh banyak imam ahli hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Telinga orang itu dikencingi oleh setan.”

Menjelaskan makna ‘dikencingi oleh setan’, Imam Ibnu al-Jauzi mengatakan, “Kalimat ini bermakna secara lahir juga. Di dalam al-Qur’an juga disebutkan bahwa setan pun menikah.” Imam yang banyak memanfaatkan waktu untuk menulis kitab ini pun mengutip dua ayat al-Qur’an.

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula (disentuh) oleh jin.” (Qs. ar-Rahman [55]: 56)

Kalimat ‘dan tidak pula (disentuh) oleh jin’ dimaknai sebagai; setan dari bangsa jin ikut bersetubuh jika ada manusia yang tidak berdoa (membaca nama Allah Ta’ala) saat menggauli istrinya. (Lihat artikel: Na’udzubillah… Inilah yang Terjadi Jika Tidak Berdoa Saat Gauli Istri )

“Patutkah kamu mengambil dia (setan) dan keturanan-keturunannya sebagai pemimpin selain daripada Aku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zhalim.” (Qs. al-Kahfi [18]: 50)

Kalimat ‘dia (setan) dan keturunan-keturunannya’ dipahami bahwa setan melakukan aktivitas seksual sehingga memiliki keturunan.

Selanjutnya, Imam Ibnu al-Jauzi pun mengutip perkataan Imam al-Ashmu’i yang mengisahkan seorang pria di Hadhramaut, Yaman. Ia keluar dari rumahnya dan menemui seorang wanita dari keturunan setan (jin). Wanita ini berprofesi sebagai penyihir. Ia kabur, dan bersembunyi di sebuah sumur.

Ketika bersembunyi itu, jin mengencingi si wanita. Ketakutan melihat wanita penyihir dari keturunan jin ini, rambut sang pria pun rontok. Tak tersisa satu helai pun.

Sebagai penguat penjelasan ini, penulis Shaid al-Khatir dan banyak kitab lainnya ini pun menjelaskan bahwa dalam sabdanya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga mengatakan, setan pun melakukan aktivitas makan dan minum. Sehingga, tegas beliau, “Bukan sesuatu yang mustahil jika setan pun memiliki dan mengeluarkan air seni. Meskipun,” pungkas beliau, “tidak bisa dilihat dengan mata.”

Semoga Allah Ta’ala menguatkan kita untuk senantiasa menjaga shalat lima waktu di awal waktu secara berjamaah, sehingga kita tidak menjadi manusia yang dikencingi oleh setan. Aamiin. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaSungguh, Engkau Termasuk Ahli Surga
Berita berikutnyaWaspada! Inilah Rezeki untuk Setan

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.