Mengapa Imam Ahmad bin Hanbal Menangis sampai Pingsan Saat Ikuti Majlis Imam Sufi al-Harits al-Muhasibi?

0
6529
ilustrasi

Saat menghadiri majlis Imam al-Harits al-Muhasibi di kediaman Ismali bin Ishaq, Imam Ahmad bin Hanbal diriwayatkan menangis hingga pingsan. Setelah itu, beliau berkata kepada Ismail bin Ishaq, “Aku belum pernah melihat orang-orang seperti mereka. Aku belum pernah mendengar pembahasan ilmu hakikat seperti yang dikemukakan oleh pria itu (Imam al-Muhasibi). Melihat keadaan mereka itu, aku tidak membolehkanmu berguru kepada mereka.” (Baca: Majlis Ulama Sufi)

Imam Ibnul Jauzi menjelaskan, tangis Imam Ahmad bin Hanbal sampai pingsan karena khawatir dengan penyampaian Imam al-Muhasibi yang termasuk hal baru menurut pandangan Imam Ahmad. Beliau khawatir jika yang disampaikan oleh Imam al-Muhasibi lebih menyibukkan daripada sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wa sallam.

Beliau juga mengatakan bahwa beberapa hal yang dijelaskan oleh Imam al-Muhasibi terkait muamalat tidak merujuk pada ulama salaf.

Sedangkan larangan Imam Ahmad bin Hanbal agar Ismail bin Ishaq tidak berguru kepada Imam al-Muhasibi lantaran kekhawatiran bahwa Ismail (dan orang-orang pada umumnya) tidak bisa memahami penjelasan Imam al-Muhasibi terkait ilmu hakikat dan maqam tasawuf. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Syaikh Tajuddin bin as-Subki dan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani.

“Mereka (Imam al-Muhasibi dan jamaahnya) berada dalam kondisi sulit yang tidak bisa ditempuh oleh sembarang orang. Dikhawatirkan, orang yang menempuhnya tidak bisa melakukannya dengan benar.” kutip Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah atas pernyataan Imam Ibnu Hajar dalam Tahdzib at-Tahdzib.

Penjelasan lainnya berasal dari Syaikh Ibnu Muflih. Katanya, “Agar orang tidak terlena olehnya, yakni teralihkan olehnya dari memperhatikan al-Qur’an dan as-Sunnah.”

Di antara penjelasan terbaik lainnya dikemukakan oleh salah satu mufasir terbaik dalam sejarah kaum Muslimin, Imam Ibnu katsir. Beliau mengatakan, “Meski al-Harits bin Asad merupakan orang yang zuhud, dia pernah membahas ilmu kalam. Dan Imam Ahmad tidak menyukai hal itu.”

Lanjut penulis tafsir al-Qur’an al-‘Azhim ini, “Atau, bisa juga ketidaksukaan Imam Ahmad jika Ismail berguru kepada mereka diartikan karena Ismail bukanlah orag yang sanggup mengikuti jejak zuhud dan wara’ mereka.”

Demikian inilah penjelasan beberapa ulama. Di dalamnya ada kedalaman akhlak dan teladan dalam menyikapi perbedaan. Semua dikemukakan atas nama cinta kepada Allah Ta’ala.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

SHARE
Previous articleMajlis Ulama Sufi yang Membuat Imam Ahmad bin Hanbal Menangis sampai Pingsan
Next articleKH M Arifin Ilham: Kita Semua Pasti Merasakan Ini