Istri Mimpi Begini, Suaminya Meninggal dan Anaknya Durhaka

0
ilustrasi @Bersama Dakwah

Di Madinah al-Munawarah, seorang wanita mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ia tengah mengandung. Suaminya seorang pedagang. Tidaklah suaminya pergi berdagang dalam masa yang lama, kecuali meninggalkan istrinya dalam keadaan hamil.

Suatu malam, wanita ini bermimpi. Ia mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mengisahkan mimpi dan menanyakan tafsirnya.

“Sesungguhnya suamiku pergi berdagang dan meninggalkan aku dalam keadaan hamil. Kemudian, aku bermimpi sebagaimana orang tidur yang bermimpi. Di dalam mimpi itu, tiang rumahku patah dan aku melahirkan anak yang buta.”

Kepada wanita ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan kabar sangat gembira. “Suamimu akan pulang dalam keadaan baik, dengan izin Allah Ta’ala. Dan engkau akan melahirkan anak yang shalih.”

Wanita ini pulang dengan sangat bahagia. Harapannya sangat penuh. Hingga dia mendapati kebenaran informasi dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; suaminya pulang dalam keadaan baik dan lahirlah anak yang shalih.

 ***

Berselang masa setelah kepulangannya, suami wanita ini pergi berdagang sebagaimana biasanya. Si wanita kembali bermimpi dengan mimpi yang serupa. Berulang kali sebagaimana mimpinya tempo hari, saat kepergian suaminya dahulu.

Meski mimpinya sama, sang wanita ingin memastikan dengan mendatangi Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan mengisahkan mimpinya. Sayangnya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak ada. Hanya ada Ummul Mukminin ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhuma.

Mulanya, wanita ini enggan mengisahkan mimpinya. Namun, ia menuturkan sebab Ummul Mukminin ‘Aisyah ingin mengetahui mimpi wanita itu.

Lepas mendengarkan penuturan si wanita bahwa ia bermimpi melihat tiang rumahnya roboh dan melahirkan anak yang buta, Ummul Mukminin ‘Aisyah binti Abu Bakar bertutur, “Seandainya mimpimu ini benar, suamimu akan meninggal dan engkau akan melahirkan anak yang durhaka.”

Wanita itu menangis. Sangat keras. Kesedihan dan kepedihannya tiada bisa dibendung. Ia diterpa gelisah dan ketakutan. Andai mimpi yang dialami benar, kejadiannya akan sangat menyesakkan dada.

Tak lama setelah itu, Nabi Shallalahu ‘Alaihi Wa sallam datang. Beliau bertanya kepada ‘Aisyah dan mendengarkan keterangan istrinya itu hingga beliau mengetahui sebab tangisan si wanita.

“Tahanlah perkataan itu, wahai ‘Aisyah! Apabila engkau menafsirkan mimpi seorang Muslim untuk Muslim lainnya, maka tafsirkanlah dengan kebaikan. Sesungguhnya mimpi akan terjadi sesuai yang ditafsirkan orang yang menafsirkannya.”

Sebagaimana disebutkan dalam kitab Sunan ad-Darimi nomor 2069 yang dikutip oleh Ustadz Muhaimin Iqbal dalam buku Ayo Berdagang! ini disebutkan, “Demi Allah, setelah itu suaminya meninggal dunia dan tidaklah diperlihatkan kepadaku, kecuali ia melahirkan anak yang durhaka.”

Laa haula wa laa quwwata illa billah. Hati-hatilah dalam menafsirkan mimpi!

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaMeski Diremehkan, Amalan Ini Selamatkan ‘Umar bin Khaththab dari Siksa Neraka
Berita berikutnyaBisikan Setan yang Disampaikan Oknum Ustadz dan Kiyai