Syekh dari Pacitan Berkualitas Internasional

0
sumber gambar: www.hidayatullah.com

Sosok-sosok guru spiritual Islam tidaklah terbatas dengan sekat-sekat sempit nasionalisme yang mewujud dalam sebuah negara. Para ulama merupakan sosok kharismatik yang berhasil menembus batas-batas tersebut lantaran bersih dan sucinya ruhani serta jernih dan cemerlangnya kualitas pemikiran.

Jika kita mengenal banyak ulama-ulama yang berasal dari luar negeri, ada pula ulama-ulama dari dalam negeri yang kiprah dakwahnya diakui oleh dunia internasional. Banyak kiyai-kiyai, ustadz-ustadz, dan para cendekiawan Muslim yang kualitas keilmuannya diakui oleh ulama-ulama di berbagai belahan bumi lainnya.

Salah satunya, dan ini jarang kita kenali, adalah sosok Syekh kharismatik asal Pacitan. Nama aslinya Muhammad Mahfuzh bin Abdullah bin Abdul Mannan Tremasi atau yang biasa disebut dengan Syekh Mahfuzh Tremasi. Ialah seorang Syekh yang keilmuannya diakui oleh salah satu doktor pengajar Qiro’ah di Universitas Islam Madinah.

Sosok yang secara khusus mempelajari biografi Syekh Mahfuzh Tremasi ini mengatakan, “Beliau merupakan imam besar yang pandai dalam ilmu fikih dan hadits. Karya-karyanya kerap menjadi hujjah dalam berbagai bidang ilmu.”

Syekh Mahfuzh lahir di Tremasi, Pacitan, Jawa Timur, pada 12 Jumadil Awal 1280 Hijriyah. Beliau hijrah menuju Saudi Arabia pada usia 23 tahun, lalu menetap bersama ayahnya dan wafat di Kota Suci para Nabi itu pada awal bulan Rajab 1338 Hijriyah.

Puluhan karya tulis monumental yang menjadi bukti kecemerlangan pemahaman dan pemikirannya terkait Islam tersebar di berbagai bidang keilmuan; fikih, ushul fikih, hadits, qiroat, dan lain sebagainya.

Sebagai manifestasi dari kedalaman ilmu dan ketinggian pemahaman, Syekh Mahfuzh juga memiliki akhlak yang menawan. Beliau merupakan sosok yang qanaah, wara’, sabar, tawadhu’, dan tidak pernah mengurusi sesuatu yang bukan urusannya.

Selain menulis, Syekh Mahfuzh juga sibuk mengajar dan terbukti berhasil mendidik ulama-ulama monumental pada zamannya. Di antara murid-muridnya yang masyhur adalah Abu Bakar bin Muhammad Arif Abdul Qadir Hauqir, Umar bin Hamdan al-Muhrisiy, Umar bin Abi Hasan Bajunaid, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain nama-nama tersebut, sebagaimana disampaikan oleh Agus Hasan Bashori yang merupakan kandidat Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibnu Khaldun Bogor dan dimuat dalam rubrik Khazanah Harian Umum Republika, Rabu 30 desember 2015, Kiyai Haji Hasyim Asyhari yang merupakan sosok pendiri Nahdhatul Ulama termasuk satu di antara murid terbaik Syekh Mahfuzh Tremasi ini.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaManusia Terbaik dan Manusia Terburuk
Berita berikutnyaRela Dihina demi Kebenaran