Syair Jihad ‘Abdullah bin Jahsyi

0
1792
ilustrasi @www.usnews.com

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengutus sebuah delegasi yang dipimpin oleh Abu ‘Ubaidah bin Jarrah. Sebab tak tega meninggalkan Nabi, Abu ‘Ubaidah menangis. Maka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menunjuk ‘Abdullah bin Jahsyi sebagai komandan delegasi tersebut.

Rasulullah pun menitipkan sepucuk surat yang tidak boleh dibuka sebelum sampai di tempat tertentu, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah. Selain itu, Nabi berpesan, “Janganlah engkau memaksa seseorang dari sahabatmu untuk pergi bersamamu.”

‘Abdullah bin Jahsyi menaati perintah Nabi, dan delegasi itu berangkat. Dalam sirah, sebagaimana dikutip oleh al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, “Ada dua orang yang kembali. Ialah Sa’ad bin Abi Waqqash dan ‘Utbah bin Ghazwan tertinggal di belakang karena untanya tertinggal. Sebab delegasi telah berangkat, keduanya pun kembali ke Madinah.”

Di tengah perjalanan, delegasi itu bertemu ‘Amr bin al-Hadhrami. Sebab tak mengetahui bahwa saat itu bulan Rajab (salah satu bulan Haram yang dilarang berperang), ‘Amr al-Hadhrami pun dibunuh.

Lalu orang-orang musyrik berkata mengejek, “Kalian telah berperang pada bulan Haram!” Maka delegasi itu pun menghadap Nabi dan bertanya tentang apa yang mereka lakukan sebab ketidaktahuannya. Hingga Allah Ta’ala pun menurunkan firman-Nya,

“Tetapi menghalangi manusia dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram, dan mengusir penduduknya dari sekitarnya lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar dosanya daripada membunuh.” (Qs. al-Baqarah [2]: 217)

Ibnu Hisyam menuturkan, “Itulah harta rampasan pertama yang diperoleh kaum muslimin. ‘Amr bin al-Hadhrami adalah orang yang pertama dibunuh kaum muslimin, sedangkan ‘Utsman bin ‘Abdullah dan al-Hakam bin Kisan adalah orang pertama yang ditawan kaum muslimin.”

Dalam delegasi tersebut, ‘Abdullah bin Jahsyi pun menyenandungkan syair sebagai balasan atas tuduhan orang-orang kafir yang mengatakan, “Muhammad dan para sahabatnya telah menghalalkan perang pada bulan Haram dengan menumpahkan darah, mengambil harta benda, dan menawan banyak orang.”

Maka, seru ‘Abdullah bin Jahsyi,

Kalian anggap dosa besar berperang pada bulan Haram.

Padahal, ada yang lebih besar lagi, mengingkari petunjuk yang nyata.

(Yaitu) penolakan kalian terhadap apa yang dikatakan Muhammad.

Dan kekufuran kepada Allah, padahal Allah melihat dan menyaksikan

tindakan kalian mengusir penghuni Masjidil Haram.

Agar tak terlihat lagi orang bersujud kepada Allah di Baitullah.

Kami tidak peduli, meskipun kalian cela karena membunuh Ibnu al-Hadhrami

Dan meskipun orang-orang jahat dan dengki ingin merusak Islam.

Kami telah basahi tombak kami dengan darah Ibnu al-Hadhrami di Nahklah.

Ketika Waqid menyalakan perang.

Dan ‘Utsman bin ‘Abdullah menjadi tawanan kami.

Dalam keadaan terbelenggu, akan dikembalikan.

Previous articleAgar Tidak Mati dalam Keadaan Jahiliyah
Next articleInilah Ayat yang Turun Lantaran Doa ‘Umar bin Khaththab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here