Amalkan 4 Kiat Ini, Dijamin Sukses Dunia dan Akhirat

0
3598
ilustrasi @www.primark.co.za

Lanjutan dari Amalkan 4 Kiat Ini, Dijamin Sukses Dunia dan Akhirat

Tidak Terpaku Masa Lalu dan Tidak Obsesif dengan Masa Depan

Gunakanlah masa lalu dengan bijak. Hanya sebagai kaca spion dan pelajaran bagi kehidupan saat ini dan yang akan datang. Demikian pula dengan masa depan. Tidak perlu obsesif. Tidak usah galau. Tidak usah terlalu repot memikirkan hingga diri tak melakukan apa pun sebab mengkhawatirkan masa depan yang belum pasti.

Fokuslah pada hari ini. Lakukan apa yang seharusnya kita kerjakan. Lakukan dengan sepenuh hati. Dengan hati yang riang. Lakukan dengan mengambil pelajaran dari masa lalu dan merencanakan masa depan dengan perencanaan terbaik.

Selebihnya, percayalah pada Allah Ta’ala. Dia mustahil menzhalimi hamba-hamba-Nya.

Tidak Menambah, Tidak Mengurangi, Tapi Apa Adanya

Biasakan diri untuk bersikap apa adanya. Jujur. Tidak perlu ingin dipuji atas sesuatu yang tidak kita lakukan atau mengurangi apa yang bukan hak kita. Lakukan semuanya sesuai kemampuan terbaik. Bersikaplah kepada diri dan orang lain sesederhana mungkin. Apa adanya.

Jangan sampai menambah-nambahi atas keburukan yang kita dengar/dapatkan dari orang lain untuk menyulut masalah semakin besar. Jangan pula mengurangi amanah (hak orang) yang seharusnya diserahkan lantaran hasrat memiliki yang besar.

Dengan berlaku apa adanya, manusia akan mudah mencintai kita. Sebab Nabi pernah bersabda, “Zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi makhluk, maka mereka akan mencintaimu.”

Tidak Kufur Saat Miskin dan Tidak Sombong Ketika Kaya

Hidup itu diperjalankan. Dipergilirkan. Sedih dan bahagia. Suka dan suka. Sukar dan mudah. Kaya dan miskin. Kekurangan dan kelebihan. Karenanya, tidak dianjurkan bagi setiap kita untuk bertindak sewenang-wenang terhadap sesama dalam perjalanan kehidupan yang dipergilirkan ini.

Jangan minder saat miskin. Jangan berlaku kufur tatkala tidak dikaruniai harta duniawi. Bukankah Allah Ta’ala sudah memberi janji, “Dan jika kalian kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” Sikapilah miskin dengan sabar. Itulah sebaik-baik amal shalih yang pahalanya tidak mengenal batas.

Tatkala kita ditaqdirkan menjadi kaya, tetaplah menunduk dalam kerendahan hati. Bersyukurlah atas semua karunia yang Allah berikan. Sikapi dengan syukur. Sikapi dengan sebaik-baik pemanfaatan kekayaan di jalan Allah Ta’ala melalui berbagai proyek kebaikan yang disyariatkan-Nya.

Jangan sombong. Sebab sebanyak apa pun harta mustahil bermanfaat jika disalurkan di jalan keburukan. Dan sebanyak apa pun harta, ianya tiada pernah kekal, kecuali yang diinfaqkan di jalan Allah Ta’ala.

Sombong saat kaya merupakan jalan menuju kebinasaan. Begitu pula dengan kufur dalam kondisi miskin. Keduanya merupakan keburukan yang harus dihilangkan dari kepribadian seorang Muslim yang mendamba bahagia dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]