Setelah Meremehkan Islam, Orang Kristen Ini Bersyahadat

0
11403
sumber gambar: www.cyber2dakwah.com

Hikmah hendaknya disampaikan dengan cara yang bijak dan santun. Dua hal inilah yang merupakan kecenderungan semua manusia. Hikmah seperti inilah yang mampu menyentuh hati, melembutkan nurani yang keras, sekaligus menyegarkan pikiran yang kusut serta menggerakkan tubuh yang digerogoti kemalasan.

Hikmah yang diramu dengan kecerdasan juga bisa menjadi pengantar hidayah yang amat efektif. Apalagi jika dijelaskan secara terstruktur dan sesuai dengan logika. Pasalnya, banyak orang yang menolak kebaikan hanya karena tidak selaras dengan logikanya. Padahal, kebaikan yang sejati tidak pernah bertentangan dengan fitrah penciptaan seluruh manusia di muka bumi.

Tersebutlah dua orang sahabat. Sang tuan rumah beragama Kristen, sedangkan tamunya seorang Muslim. Kepada sang tamu, tuan rumah seperti menguji. Setelah berbasa-basi sejenak, disediakanlah hidangan kepada sang tamu.

Buah anggur.

Tuan rumah: Silakan dinikmati.

Sang tamu pun segera membaca basmalah dan menikmatinya.

Berikutnya, si tuan rumah menyuguhkan segelas khamar. Katanya mempersilakan, “Silakan diminum.”

Sertamerta, sang tamu pun menolak. Katanya, “Maaf. Ini haram. Saya tidak bisa meminumnya.”

“Aneh sekali kalian ini, wahai orang-orang Islam!” katanya bersemangat. “Kalian mau memakan anggur, tapi menolak (mengharamkan) khamar. Padahal, khamar berasal dari anggur.”

Dengan cerdas, laki-laki Muslim ini pun bertanya, “Istrimu ada?”

Jawab si Kristen, “Ada.”

“Tolong bawa ke sini,” pinta tamu Muslim itu.

Setelah istri tuan rumah dihadirkan, sang tamu bertanya lagi, “Ada anak perempuanmu? Kalau ada, tolong hadirkan di sini.”

Sang tuan rumah pun mengikuti, tanpa bertanya lebih lanjut.

Sang tamu Muslim berkata, “Kamu tahu, bahwa Allah Ta’ala menghalalkan yang ini (istrimu), dan mengharamkan (melarang) yang itu (anakmu). Padahal, anakmu berasal dari istrimu.”

Dalam hitungan jenak setelah mendengarkan penjelasan singkat, cerdas, dan penuh hikmah dari tamunya yang Muslim itu, si tuan rumah Kristen langsung berikrar, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Allahu akbar wa lillahil hamd.

Sebuah kisah indah yang sangat logis dan penuh hikmah. Kisah yang menakjubkan ini kami kutip dari tulisan Ustadz Zulfi Akmal dalam bukunya Ketika Kisah Menuturkan Hikmahnya. Wallahu a’lam.[Pirman/Kisahikmah]

LEAVE A REPLY