Sesungguhnya Aku Telah Mencium Bau Surga

8

Jika Anda kehilangan semangat dalam hidup, berhentilah sejenak untuk membaca kisah ini. Jika Anda kehilangan gairah untuk senantiasa berdakwah di jalan Allah Ta’ala, mari menepi dalam keheningan untuk menikmati cerita ini. Ini adalah kisah nyata tentang sahabat yang berucap, “Sesungguhnya aku telah mencium bau surga.”

Dikisahkan oleh Imam al-Bukhari yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang diridhai Allah Ta’ala, ia menuturkan pamannya yang bernama Anas bin Nadhr. Beliau, Anas bin Nadhr, merupakan sahabat yang tidak mengikuti Perang Badar. Maka dalam kesempatan kedua di bukit Uhud, dia berkata lantang, “Seandainya Allah Ta’ala menyertakanku bersama Rasulullah, niscaya Allah Ta’ala akan akan melihat kesungguhan terhadap apa yang aku lakukan (dalam jihad).”

Maka ia menerjang musuh di Uhud dengan kemampaun terbaik yang dimilikinya. Maju tanpa mundur, menerjang tanpa takut, dengan senantiasa memuji Allah Ta’ala dalam dzikir-dzikirnya di medan jihad.

Hingga ketika terjadi sekelompok kaum muslimin yang menyelisihi perintah Nabi-dan terdapat pelajaran yang banyak di dalamnya-, Anas bin Nadhr memanjatkan pinta, “Ya Allah, aku memohon maaf atas apa yang dilakukan oleh mereka (sebagian kaum muslimin penyelisih perintah Nabi dalam Perang Uhud). Dan aku berlepas diri atas apa yang dilakukan oleh orang kafir.”

Ketika bertemu dengan Sa’ad bin Mu’adz, Anas bin Nadhr pun mengucapkan kalimat agung ini. Inilah kalimat yang membuatnya menerjang musuh tanpa takut hingga ia terbunuh sebagai seorang pejuang Islam. “Hai Sa’ad,” serunya bersemangat, “sesungguhnya aku telah mencium bau surga di balik Uhud.”

Tutur Imam Ibnu Katsir mengutip kisah ini dalam Tafsirnya, “Lalu ia terus maju hingga terbunuh. Tidak ada yang mengenali jasadnya kecuali saudara perempuannya. Ia mengenalinya melalui tahi lalat atau ujung jarinya.”

Terkait jumlah musuh yang berhasil dibunuhnya, kiranya bisa ditebak dari jumlah tusukan, sabetan, goresan pedang yang mendarat di tubuh gagahnya. Kata Ibnu Katsir mengakhiri riwayat ini, “Pada tubuhnya terdapat delapan puluh tikaman, bekas pukulan, dan tusukan anak panah.”

Demikianlah kejujuran niat. Allah akan berikan balasan terbaik sebagaimana yang diniatkan. Dia tidak akan menzhalimi siapa yang sungguh-sungguh memperjuangkan agama-Nya. Maka bagi Anas bin Nadhr dan semua sahabat yang syahid di medan Uhud, semoga Allah Ta’ala memberikan tempat terbaik bagi mereka, dan kita bisa meneladani sikap gagah beraninya dalam memperjuangkan kalimat Allah Ta’ala di muka bumi ini.

Hayya ‘alal jihad. [Pirman]

Berita sebelumyaSeperti Mimpi, Dua Puluh Tujuh Juta dalam Sekejap Mata
Berita berikutnyaPernahkah Allah Menolak Permintaan Kita?

8 KOMENTAR

  1. Bagaimana agar hati bisa menjalankan ujian dari Allah dengan ikhlas?saya ditinggal suami masih terasa sedih untuk menerima kenyataan,kadang tiap doa yang saya panjatkan untuk suami selalu meneteskan air mata,mohon pencerahannya agar hati ini bisa ikhlas,trimakasih ustadz..

    • ketika ukhti masih terlarut dalam masalah tsb sesungguhnya masih ada ketidak ikhlasan didalam diri.. bertemu dan berpisahlah kita krn Allah…Wallahu’alam..

    • Kalau saya selalu berpikir positif bu, setiap kejadian in shaa Allah pasti ada hikmahnya. Allah tidak memberikan ujian diluar kesanggupan hambaNya. Puasa tahun lalu (2014) pakde saya meninggal, kemudian malam takbiran budhe saya meninggal, idul adha pakde juga meninggal, dan tahun ini (februari 2015) bapak saya meninggal, n bbrpa hri yg lalu (april 2015) nenek satu2nya juga meninggal. Ikhlas, dan mendoakan untuk kebaikan mereka. Smga mendapatkan tempat terbaik dsisiNya. Pada akhirnya semua akan kembali padaNya. Semangat ya bu.. 🙂
      Wallahu A’lam

    • Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, memang tidak mudah untuk menjadi orang yang beriman, orang yang percaya (iman) terhadap apa yang Allah katakan dalam Kitab-Nya dan apa yang Dia sampaikan melalui Rasulnya. Bersabarlah dan terus lakukan amal Shalih sebisa kamu, semampukamu. habiskan semuanya dijalan Allah sampai kiranya tidak ada lagi yang bisa dihabiskan lagi tersisa iman dihati. Insyaalloh saat itu akan datang dengan segenap pertolongan Allah yang tidak terduga-duga. Allahua’lam Bishawab

  2. Saya blm mempunyai keturunan slm 4 thn lebih..bagaimana agar saya kuat dlm mnjalani hidup ini..apakah ini ujian teguran ato azab u q sehingga اَللّهُ blm memberi keturunan yg soleh..segala pengobatan dan aq terus berdoa..tp stp berdoa aq merasa sedih kadang menangis sepuasnya mengadu dn meminta diberikan keturunan yg soleh apalagi klo teringat kata2 org yg selalu menyinggung masalah blm pny anak..ustad bagaimana agar saya kuat dl mnghadapi semua ini..syukron

    • Allah berikan keturunan bagi siap yg Dia kehendaki dan dimandulkannya bagi siapa yg Dia kehendaki..bersabarlah..anggaplah kesabaran itu adalah ladang amal sholih untuk ukhti…wallahu’alam..

  3. Gimana caranya kita Agar bisa Sholat Dengan Khusyu ..
    dan gimana caranya kita untuk menghindari sifat” tercela yang di benci Oleh Allah Ta’ala ..
    mohon pengarahannya ..

    • khusyu tdk selalu identik dgn konsentrasi..yg terpenting jalani sesempurna yg kita bisa.. kembalikan kpd tujuan awal sholat yaitu mencegah perbuatan keji dan mungkar..wallahu’alam…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.