[Kisah Nyata] Sembuh Tanpa Berobat

0

Berobat hendaknya hanya diposisikan sebagai bentuk ikhtiar, melakukan perintah Allah Ta’ala. Jangan sampai meyakini berobat sebagai satu-satunya sebab kesembuhan atas penyakit yang diderita. Sebab banyak kasus, Allah Ta’ala memberikan kesembuhan melalui banyak jalan, selain berobat secara medis.

Pengalaman nyata inilah yang dikisahkan oleh pengusaha muda dengan paras menyejukkan, Sandiago Uno. Salah satu orang terkaya di Indonesia ini menuturkan pengalaman ajaibnya dalam Kajian Tauhid yang diselenggarakan oleh Daarut Tauhid Jakarta Ahad lalu.

Mulanya, Sandiago Uno divonis menderita sebuah penyakit. Dengan gigih, dia pun memperbaiki kualitas hidup dan berobat ke sana ke mari. Dia juga menempuh jalur pengobatan alternatif. Namun, semakin banyak mencoba, dia justru menambah daftar kegagalan.

Oleh dokter, Sandiago direkomendasikan untuk melakukan operasi kecil serara rutin, jika menghendaki kesembuhan.

Sepulangnya dari pemeriksaan, sang istri menyampaikan nasihat kepada dirinya. Bidadarinya itu mengajak sang pangeran untuk memasrahkan seluruhnya kepada Allah Ta’ala sembari terus memanjatkan doa, memohon kesembuhan. Keduanya juga tetap berniat untuk melakukan operasi, sesuai dengan rekomendasi dokter.

Tak disangka, saat menjalani pemeriksaan beberapa hari menjelang operasi, penyakit tersebut hilang dari diri Sandiago Uno. “Allah akan menyembuhkan semua penyakit pada diri kita,” ujarnya sebagaimana dimuat dalam Dialog Jumat Republika (19/2), “mudah sekali.”

“Saya sudah membuktikannya sendiri, jika kita berserah total kepada Allah Ta’ala. Dan semua dokter yang saya temui tidak bisa menjelaskan itu.” pungkasnya dengan nada meyakinkan.

Dalam kisah ini, Sandiago tidak menafikan usaha. Dia sudah mencoba berbagai cara dan metode, tapi belum mendapatkan hasil. Sesaat sebelum mengakhiri usahanya, dia dan istrinya berusaha mengembalikannya kepada Allah Ta’ala hingga mendapatkan kesembuhan. Dia Ta’ala menghilangkan penyakit dari tubuh hamba-Nya dengan cara-Nya.

Akhirnya, kita harus bisa mengambil hikmah dari kisah ini. Sakit merupakan akibat. Sebabnya harus diketahui, obat dan penyembuhannya harus diupayakan sebaik mungkin. Akan tetapi, jangan sampai berkeyakinan pada sebab, jangan menaruh percaya pada obat dan dokter. Percayalah hanya kepada Allah Ta’ala, mintalah kesembuhan hanya pada-Nya. Dialah Yang Maha Menyembuhkan semua penyakit, kecuali tua dan kematian.

Jadi, penyakit LGBT pun sangat bisa disembuhkan. Asal ada kemauan, usaha, dan berdoa kepada Allah Ta’ala.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumya4 Kiat Pengusaha Sukses dari Sandiago Uno
Berita berikutnyaDerita Anak Adopsi Pasangan Gay