Keajaiban Sedekah untuk Penyembuhan

0
4239
ilustrasi @artikel.masjidku.id

Keyakinan kita sebagai seorang Muslim yang mukmin diuji oleh Allah Ta’ala dalam banyak episode kehidupan. Kita akan terus diuji, apakah iman benar-benar kokoh di dalam sanubari atau hanya pengakuan di lisan hingga tak mewujud dalam amal nyata.

Saat kita sedang sakit, misalnya, Allah Ta’ala menguji kebenaran keyakinan kita kepada-Nya dari cara kita berikhtiar dalam berobat. Ada begitu banyak kaum Muslimin yang terjerumus dalam sesat pikir karena lebih yakin dengan janji manusia dibanding janji Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Kita sering kali berani membayar dengan angka yang sangat mahal saat mendatangi dokter. Bahkan, ada pasien yang agamanya Islam berani membayar ratusan juta hanya untuk pengobatan intensif yang dilakukan selama lima hari karena penyakitnya yang serius dan obatnya mahal, tapi lupa menempuh jalan lain yang direkomendasikan oleh Allah Ta’ala dan Rasulullah sebagai cara penyembuhan.

Meski ikhtiar dianjurkan, sejatinya ada hal lain yang benar-benar perlu dikoreksi dalam hal kualitas iman kita kepada Allah Ta’ala.

Dikisahkan oleh Ustadz Fatahillah MA di Masjid az-Zikra Sentul Bogor Jawa Barat pada Ahad, 3 April 2016 dalam kultum setelah shalat Zhuhur, ada seorang Muslim yang insya Allah baik imannya. Allah Ta’ala mengujinya dengan sakit.

Setelah memeriksakan diri, dokter berkata bahwa dia harus kembali dalam beberapa hari untuk tindakan operasi. Dokter berpesan agar dia membawa uang sebanyak dua puluh lima juta sebagai biaya operasi.

Laki-laki ini pulang, lalu menyiapkan uang sebanyak lima puluh juta rupiah. Dua puluh lima juta dia sisihkan untuk dibawa saat menjalani operasi, dua puluh lima juta lainnya dia bagikan. Dia mendatangi fakir miskin, janda, orang-orang yang membutuhkan, anak yatim, dan berbagai proyek amal shalih di jalan Allah Ta’ala.

Dia salurkan seluruhnya, tanpa dikurangi satu rupiah pun.

Ketika tiba waktunya untuk memeriksakan diri, sang dokter terkejut bukan kepalang. “Sebelum ke sini, bapak pasti sudah berobat ke tempat lain?”

“Tidak, Dokter. Saya tidak berobat ke mana-mana.” jawab si pasien.

“Tidak mungkin.” sanggah si dokter.

“Benar, Dokter. Saya tidak berobat ke tempat selain ini. Memangnya kenapa?” tanya si laki-laki.

“Dalam pengecekan yang saya lakukan barusan, penyakit bapak sudah hilang. Tidak ada bekas sedikit pun.” ujar si dokter yang disambut sujud syukur si laki-laki.

Barang kali kisah nyata ini terdengar aneh bagi sebagian kita. Terkesan mengada-ada dan kesan lainnya. Padahal, jika dilihat dengan kaca mata iman sebagaimana dijanjikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, kisah ini benar-benar terjadi. Sebab kesembuhan jika melakukan amalan ini langsung dijamin oleh baginda Nabi.

Bukankah Nabi pernah berkata dengan derajat shahih, “Obatilah orang sakit di antaramu dengan sedekah.”

Sayangnya, banyak kaum Muslimin yang tidak percaya dengan sabda Nabi dan sangat menggantungkan kepercayaan kepada tenaga medis.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]