Surat ‘Umar bin Khaththab Ini Membuat Kaum Muslimin Palestina Semangat Berjihad

0
6359
ilustrasi @turkey-post

Kaum Muslimin berhasil merebut Palestina dari penjajah Bani Israil di zaman pemerintahan Sayyidina ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu. Oleh sebagian kaum Muslimin, tanah yang berhasil direbut ditanami gandum.

“Khalifah ‘Umar bin Khaththab mendengar kabar tersebut, kemudian beliau mengirim utusan untuk membakar ladang gandum kaum Muslimin.” tulis Dr ‘Abdullah ‘Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah.

Selain membakar ladang gandum, utusan Khalifah ‘Umar bin Khaththab juga memberikan sepucuk surat kepada kaum Muslimin di Palestina. Surat yang pendek dan sangat ringkas, tapi berhasil membangkitkan semangat kaum Muslimin untuk tetap bersiap-siaga di medan jihad.

“Apabila kalian meninggalkan jihad dan menyibukkan diri di bidang pertanian, maka saya akan menarik jizyah dari kalian. Saya akan memperlakukan kalian sebagaimana perlakuan saya kepada Ahlu Kitab.

Ketahuilah, sesungguhnya makanan kalian sehari-hari adalah apa yang kalian ambil dari mulut-mulut musuh kalian.”

Surat ini berisi motivasi agar kaum Muslimin tidak lalai dari jihad yang merupakan salah satu amalan utama dalam Islam yang mulia. Bahwa berdagang itu penting dan merupakan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tapi jangan sampai membuat kaum Muslimin lupa dengan kewajiban lain yang lebih utama, jihad di jalan Allah Ta’ala.

Ketika perniagaan disikapi dengan keliru, ia bisa saja melalaikan. Alhasil, perniagaan yang seharusnya membuat kaum Muslimin ingat dan beribadah kepada Allah Ta’ala justru melalaikan dan memalingkan mereka kepada dunia yang sementara.

Surat dari Khalifah ‘Umar bin Khaththab ini bukan surat sembarangan. Surat ini ditulis berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullahu Ta’ala, “Aku diutus dengan membawa pedang menjelang Hari Kiamat. Rezekiku dijadikan berada di bawah naungan tombakku. Dan dijadikan kecil serta hina bagi siapa yang menyelisihi perintahku. Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia bagian dari mereka.”

Mari persiapkan diri kita untuk jihad. Mari persiapkan hati kita agar siap berjihad. Jangan sibuk dengan niaga dan hal-hal kecil, tanpa disertai niat berjihad di jalan Allah Ta’ala.

Bagi para pengusaha Muslim, tetaplah berdagang dan berwirausaha. Jadikan perniagaan dan usaha yang kita jalankan sebagai bagian dari persiapan melakukan jihad di jalan Allah Ta’ala. Sebab jihad bukan hanya dengan fisik, tapi didahului oleh niat di dalam hati dan didukung oleh kemampuan finansial yang kokoh.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]