Sedekahilah Orang yang Menghinamu

7
4535

Di antara perbuatan baik yang sukar dikerjakan adalah melakukannya kepada orang-orang yang menghina kita. Apalagi jika hinaan itu dilontarkan di depan kita, di tengah-tengah banyak orang dalam sebuah majlis, pertemuan, ataupun  perkumpulan lain.

Ketika itu, amatlah sulit untuk bersikap bijak. Apalagi jika hinaan itu hanya berupa gosip, ghibah, apalagi fitnah. Tentu, siapa pun yang dihina akan memiliki kecenderungan untuk menanggapi hinaan tersebut sesuai dengan kemampuannya.

Namun, tidak demikian dengan Nabi dan sahabat-sahabat serta pengikutnya yang shaleh. Merekalah orang-orang terpilih yang berhasil menjalani hidup dengan kualitas terbaik. Mereka inilah sosok-sosok inspiratif, selayak pohon mangga yang memberikan buahnya ketika ada orang yang melemparinya dengan batu.

Hari itu, datanglah seorang lelaki. Ia menghadap kepada cicit Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Bukan datang untuk meminta pendapat atau hikmah, rupanya ia hendak melontarkan cacian kepada salah satu ahlul bait yang terkenal dengan kedermawanannya ini.

Maka tepat di hadapan cicit sang Nabi ini, sang lelaki pun melontarkan semua kotoran hati malaui lisannya. Ia menyampaikan ghibah, gossip, bahkan fitnah kepada laki-laki shaleh yang terpilih ini.

Tatkala mendengarkan cacian si lelaki, sahabat-sahabat cicit Nabi pun hendak marah, bahkan ada di antara mereka yang sudah menghunus pedang dari sarungnya. Namun, dengan segera, sang cicit Nabi ini mencegah sahabatnya.

“Jangan,” serunya seraya mendekati lelaki yang memuntahkan semua jenis hinaan kepadanya.

“Apa yang tidak kauketahui,” ujarnya seraya berbisik, “lebih banyak dari yang kauketahui.”

Beliau hendak menegaskan, meskipun yang disampaikan oleh laki-laki itu adalah kebohongan fitnah, sejatinya beliau merasa memiliki banyak dosa di sepanjang hidupnya.

Inilah karakter orang-orang shaleh yang disayangi Allah Ta’ala. Mereka merasa memiliki banyak dosa sehingga hari-harinya dijalani dengan perbaikan kebaikan seraya meminta ampun kepada Allah Ta’ala.

Lantas, kepada lelaki ini, meski ia telah melontarkan hinaan kepadanya berupa fitnah, sang cicit justru memerintahkan, “Berikan kepadanya 1000 dirham.”

Aduhai mulia akhlak dan dermawannya sang cicit Nabi ini. Beliau yang dalam riwayat lain disebutkan bersedekah setiap malam tanpa sepengetahuan orang lain, hingga pundaknya menghitam sebab memanggul karung berisi gandum ini, adalah anak dari Sayyidina Husain. Beliau adalah ‘Ali Zaenal ‘Abidin, semoga Allah Ta’ala merahmatinya. [Pirman]

SHARE
Previous articleYang Paling Membahagiakan Orang Beriman
Next articleDemi Allah, Hal Itu tidak Boleh Terjadi!

7 COMMENTS

  1. Hi, i think that i noticed you visited my site thus i came to “return the pr.râfe€eI am trying to find issues to improve my website!I suppose its adequate to make use of some of your ideas!!

  2. Yay Sammy! Yay money! I’m glad that things are going well. And that’s super-exciting news about the house. I’m also planning on buying a place and I LOVE talking about it, so if you ever feel the urge, you know who to call.The $900/month sounds amazing, but to make it even better, would you ever consider finding a place with a basement apartment? I’m not sure what the rental market is like in Salt Lake City but even if the tenant pays something like $400, it’s just cash in your pocket. Anyway, congratulations again!! And don’t be stingy with the blog updates!

  3. இது உண்மை……மதம் என்ற அடிப்படையில் இச்லாம் மட்ர மதததை காட்டிலும் சிரந்ததெ…… ஆனால் இதில் சுய சிந்தனைகலை வுருவாக முடிவதில்லை…..Only educated people and capable of analyzing can do better…..remaining all are just addict to their religion….

  4. Lenna disse:Lina, acho o “Conexão Paris” maraviiilhoso porque nos põe em contato com essa cidade que eu amo e, sempre que posso, volto.É uma lástima que estes fundamentalistas da Al Qaeda se intrometam em tudo. São uns assassinos frios e calculistas.Sarkozy precisa tomar medidas drásticas, sim! A França está tomada de estrangeiros que impõem sua cultura e,assim, perdendo sua identidade. Que pena!Um abraço.Lenna

  5. Estimada Isabel, ¡de nada! Es lo mínimo que puedo hacer: ofrecer este espacio a tus gritos escritos. Tengo ganas de hacerme con el libro. No pude asistir a las presentaciones, disculpa. Un fuerte abrazo,Carlos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here