Sang Penggerak Hati

0
ilustrasi © Wikia.com
ilustrasi © Wikia.com
ilustrasi © Wikia.com

Kalimat itu selalu terngiang selama perjalanan pulang selepas bersilaturahmi ke rumah seorang Ustadz. Benarlah apa kata beliau, mengapa kami harus melemah?

“Selama kita bergerak karena Allah, Dialah yang akan menggerakkan hati mereka,” tutur Ustadz, tanpa kami minta. Sepertinya wajah-wajah kami yang terlihat tak bersemangat membuat beliau bisa membaca situasi yang tengah kami alami.

Beliau berkisah, gedung yayasan yang kini terbangun bertingkat itu, bukanlah hasil dari meminta-minta warga atau memasukkan proposal ke pengusaha, atau pun upaya sejenisnya. Ketika hendak mendirikan Yayasan Yatim Piatu tersebut, yang pertama beliau fikirkan adalah bagaimana agar bangunan tersebut dapat berdayaguna. Bukan hanya dibangun dan dibangun tanpa ada pemanfaatan yang maksimal, karena pemanfaatannya merupakan bentuk tanggungjawab kepada pemberi sumbangan. Maka, beliau hanya berusaha mendirikan bangunan gedung yayasan seadanya, sesuai uang yang beliau miliki, semampu beliau bekerja keras memakmurkan bangunan yang dulunya hanya sebuah rumah biasa itu.

Sampai pada suatu hari, tiba-tiba datanglah seorang bermobil dengan pakaian rapi. Tentu, Ustadz menanyakan, bagaimana orang tersebut bisa mengetahui keberadaan yayasan yang letaknya sangat terpelosok tersebut. Ternyata, jawabannya memang tak terduga. Ketika orang tersebut mengendarai mobilnya, ia melihat beberapa orang bersarung yang terlihat teduh wajahnya. Orang tersebut lantas menanyakan kepada orang yang ia jumpai, dari manakah orang-orang bersarung yang teduh wajahnya itu berasal?

Setelah mendapat jawaban, ia segera mencari keberadaan desa yang dimaksud. Orang itu tak menyangka, di tempat yang hampir sepanjang perjalanan panjang itu hanya ada tambak di kanan kirinya, ternyata ada sebuah kehidupan. Lalu, ia bertanya kepada penduduk desa, di manakah ada Yayasan Yatim Piatu di desa tersebut. Kemudian, sampailah ia pada Ustadz. Tak terduga.

Kisah lain yang tak kalah mengherankan pun,Ustadz ceritakan untuk lebih meyakinkan kami. Ketika itu, ada orang yang tiba-tiba menemui Ustadz dan menceritakan kisahnya hingga sampai di tempat itu. Orang tersebut melihat dari seberang pulau dimana ia tinggal. Dari seberang pulau itu, terlihat adanya sebuah pemukiman. Ia berjanji pada dirinya, jika mendapatkan kelimpahan rezeki, ia akan datang ke pemukiman tersebut dan mencari Yayasan Panti Asuhan disana.Tak disangka, tempat tersebut adalah desa di mana Ustadz tinggal. Lalu, sampailah orang tersebut di tempat Ustadz,tak terduga.

Allahlah yang menggerakkan hati-hati mereka. Dua kisah tersebut diceritakan kepada kami untuk memperkuat keyakinan kami tentang betapa Mahabesar-Nya Allah. Ia Berkuasa atas segala sesuatu. Selama niat kita benar, ikhlas, hanya untuk mencari keridhaan Allah, hanya untuk menegakkan agama Allah, Dialah yang akan menjadi Penolong.

Dada kami penuh dengan keharuan. Wajah-wajah tak bersemangat itu kami buang jauh-jauh. Kami tetapkan lagi tujuan setiap langkah, karena ikhtiar dan doa akan berbanding lurus dengan pertolongan Allah. Wallahu a’lam bish shawwab. [Gresia Divi]

Berita sebelumyaKisah 23 Pesepakbola Kamerun Masuk Islam
Berita berikutnyaKisah Rasululah dalam Mengentaskan Pengemis