Rasa Lelah yang Dipenuhi Berkah (3-Habis)

0
ilustrasi @ok.ru

Lanjutan dari Rasa Lelah yang Dipenuhi Berkah (2)

Sabar ketika Mendapat Ujian

Ada kalanya kita dihadapkan pada kondisi yang kurang menyenangkan, lantaran keterbatasan pemahaman kita di balik keadaan tersebut. Saat sakit, miskin, cacat, dan mendapatkan musibah. Saat itu, lelah amat terasa menyiksa. Namun, jangan sekali pun berputus asa dari rahmat Allah Ta’ala. Berkah-Nya menunggu siapa pun yang bersabar di jalan ujian.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. al-Baqarah [2]: 155)

Jika kita bersabar saat mendapat ujian yang tidak menyenangkan, ada kabar gembira dari Allah Ta’ala. Adakah kabar lain yang lebih menggembirakan daripada kabar bahagia dari-Nya?

Jihad di Jalan Allah Ta’ala

Berikan apa yang kita miliki, dari harta dan jiwa, untuk berjihad di jalan Allah Ta’ala. Inilah jalan kesungguhan. Inilah jalan kemuliaan. Inilah derajat tertinggi dalam Islam yang mulia. Bukan hanya di medan perang dengan pedang, tapi di semua lini kehidupan yang membutuhkan kesungguhan dan pengorbanan yang tak sedikit.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan akan dikalungkan, kelak di lehernya pada Hari Kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Ali ‘Imran [3]: 180)

Semua yang kita berikan di jalan jihad adalah kebaikan yang pahalanya berhak diunduh di akhirat kelak. Jangan malas. Jangan lemah. Jangan menunda-nunda amal. Sebab ajal datang kapan saja. Sebab mati menyergap seketika. Sebab tak ada yang mengetahui akhir kehidupan masing-masing kita.

Saat Anda merasa lelah, cobalah rehat sejenak. Pejamkan mata. Ambil posisi paling enak untuk badan. Hirup nafas dalam-dalam. Sebut nama Allah Ta’ala. Keluarkan perlahan. Lalu bertanyalah kepada nurani yang paling dalam, “Mengapa merasa lelah? Sebab apa yang menjadikan merasa lelah? Untuk hal-hal yang diberkahikah? Atau untuk semua jenis kesia-siaan, dosa, bahkan maksiat kepada Allah Ta’ala?”

Semoga semua lelah yang kita rasa menjadi berkah yang buahnya bisa dinikmati di akhirat kelak. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Rujukan: Mutiara Hikmah Facebook 1, KH Muhammad Arifin Ilham.

Berita sebelumyaRasa Lelah yang Dipenuhi Berkah (2)
Berita berikutnyaIngin Rajin Tahajjud? Coba 6 Kiat dari KH Muhammad Arifin Ilham Ini