Jika Tak Sertakan Ini, Shalat Anda Malah Sebabkan Siksa

0
ilustrasi @benefithuman.blogspot.com

Shalat merupakan tiang agama. Siapa yang mendirikannya dengan benar, maka ia telah menegakkan agama yang mulia ini. Dan siapa yang meninggalkannya, maka ia telah merobohkan agamanya ini.

Shalat merupakan amalan yang pertama dihisab di akhirat kelak. Siapa yang baik shalatnya, maka baik pula hisab untuk amalan lainnya. Dan siapa yang buruk shalatnya, maka buruk pula hisab untuk amalan lainnya.

Shalat merupakan mi’rajnya orang beriman. Ia merupakan sarana naiknya ruhani untuk berhadap-hadapan langsung dengan Allah Ta’ala tanpa perantara. Inilah bentuk komunikasi paling akrab dan sakral antara seorang hamba dengan Tuhannya.

Shalat merupakan sarana meminta tolong kepada Allah Ta’ala. Ia disejajarkan dengan sabar sebagai amalan utama selain syukur. Sabar dan shalat merupakan paket lengkap bagi kaum Muslimin beriman yang mendambakan pertolongan Allah Ta’ala di dunia dan akhirat.

Shalat juga menjadi sebab bagi pencegahan perbuatan keji dan mungkar. Ia mampu menjadi rem bagi seorang hamba dari segala bentuk kesia-siaan, keburukan, maksiat, dan dosa. Ia merupakan alarm yang membangunkan seorang hamba dari lalai yang menjerumuskan.

Namun, Imam al-Ghazali Rahimahullahu Ta’ala menyebutkan dalam buku Bidayatul Hidayah, ada shalat yang justru membawa pelakunya menuju siksa. Shalat bukan penyelamat baginya, tapi penjerumus ke dalam sengsara.

Shalat seperti apakah yang dimaksud oleh Imam al-Ghazali ini?

Beliau mengutip penjelasan Imam Hasan al-Bashri yang bertutur, “Setiap shalat yang tidak disertai oleh kehadiran hati, maka akan cepat menuju siksa.”

Sungguh, ini peringatan besar bagi sebagian besar kita, kaum Muslimin. Di manakah posisi kita? Bagaimana kualitas shalat yang kita dirikan? Apakah kita telah bersungguh-sungguh dalam belajar menggapai derajat khusyuk? Atau lebih banyak lalai sehingga tiada kehadiran hati di dalamnya?

Alih-alih mengantarkan kita pada derajat dekat kepada Allah Ta’ala, jangan-jangan shalat yang kita kerjakan hanya menyebabkan pegel dan lelah serta buang-buang waktu semata.

Ya Allah, tolonglah kami untuk senantiasa mengingat Engkau, mensyukuri nikmat yang Engkau berikan, dan membaguskan ibadah kepada-Mu.

Ya Allah, anugerahkanlah kami kekhusyukan dalam setiap shalat yang kami dirikan.

Ya Tuhan Kami, jadikan kami dan keturunan kami sebagai orang yang mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Maha mengabulkan doa. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Buku Bidayatul Hidayah tulisan Imam al-Ghazali bisa dibeli di 085691479667

Berita sebelumya‘Tiada Hadits yang Lebih Mencukupi dan Lebih Berfaedah Melebihi Hadits Ini’
Berita berikutnyaAllah Maha Pemurah, Tapi Kok Menyiksa dan Timpakan Bencana?