Bukti ‘Pelitnya’ Penghuni Surga

0
sumber gambar: mimbarhadits.wordpress.com

“Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, ‘Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu.’ Mereka (penghuni surga) menjawab, ‘Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir.’”

Firman Allah Ta’ala di dalam surat al-A’raf [7] ayat 50 ini hendaknya menjadi renungan bagi kita semua. Di dalam ayat ini disebutkan, para penghuni neraka meminta minuman dan makanan kepada para penghuni surga.

Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. “Allah Ta’ala memberitahukan mengenai kehinaan yang didapatkan oleh para penghuni neraka dan bagaimana mereka meminta-minta minuman dan makanan dari penghuni surga.”

“Limpahkanlah kepada kami air atau apa pun yang telah diberikan oleh Allah kepadamu.” pinta para penghuni neraka kepada para penghuni surga.

Imam as-Suddi, Imam ‘Abdurrahman bin Zaid bin Aslam menafsirkan, yang dimaksud oleh para penghuni neraka adalah makanan dan minuman yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada para penghuni surga.

“Aku telah terbakar,” teriak salah seorang penghuni neraka kepada ayah dan saudaranya yang dimasukkan ke dalam surga, “karena itu, curahkanlah kepadaku sedikit air.”

Kemudian dikatakan kepada para penghuni surga, “Jawablah mereka (permintaan tersebut).”

“Sungguh,” jawab para penghuni surga setelah mendapatkan ilham dari Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan dalam surat al-A’raf [7] ayat 50, “Allah Ta’ala telah mengharamkan keduanya (makanan dan minuman) bagi orang-orang kafir.”

Alih-alih memberikan, penghuni surga justru menolak permintaan penghuni neraka. Bukan tidak kasihan, tapi hal itu sudah menjadi ketentuan Allah Ta’ala. Dia Ta’ala telah mengharamkan makanan dan minuman kepada para penghuni neraka atas kekafiran yang telah mereka kerjakan di bumi.

“Mereka telah menjadikan agama sebagai permainan. Mereka tertipu oleh kehidupan dunia, perhiasan, dan kemewahannya. Mereka melupakan amal untuk akhirat yang telah diperintahkan kepadanya.”

Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk beriman dan beramal shalih hingga akhir hayat. Semoga Allah Ta’ala menjaga kita dari hidup yang sia-sia, penuh dosa dan maksiat. Mudah-mudahan Allah Ta’ala menjauhkan kita dari segala jenis bahaya dan neraka.

Mudah-mudahan kita layak mendapatkan nikmat, surga, dan Ridha-Nya. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Pesan Tafsir Ibnu Katsir (lengkap atau perjilid) ke 085691479667

Berita sebelumyaKetika Nabi Bicara dengan Mayat
Berita berikutnyaCelakanya Mereka yang Dilupakan Allah