Ayat Ini Jelaskan Balasan Allah bagi Perusuh di #AksiDamai411

    0
    7072

    Aksi Damai Bela Islam dan Bela Negara II pada Jum’at (4/11) di Jakarta berlangsung dengan aman. Kaum Muslimin mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, bahkan menjadi sorotan dunia Islam. Sebuah aset, kata salah satu petinggi Negeri ini.

    Beberapa saat setelah Isya’ malam itu, ada kericuhan yang dipicu oleh provokator. Kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Entah bagaimana asal mulanya, Kisahikmah yang berada di lokasi pun terhenyak.

    Suara bak petasan meledak di langit depan Istana Negara. Asap mulai mengepul, suara teriakan, jeritan, bersahutan dengan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil. Berpadu dengan keberanian yang memang diajarkan oleh Islam.

    Saat sebagian kaum Muslimin hendak maju, terdengar suara dari atas mobil komando. Suara yang sangat dikenali oleh peserta aksi. Suara itulah yang tidak lelah menyampaikan nasihat dan orasinya.

    “Jangan mundur. Jangan maju. Bertahan.”

    Berulang kali, dihiasi kalimat-kalimat dzikir yang menguatkan jiwa.

    Dalam diam di posisi berdiri itu, tembakan tidak berhenti. Semakin kerap dan tiada terhitung. Kaum Muslimin benar-benar tidak berniat ricuh. Doa dilantunkan dari atas mobil komando, diamini oleh kaum Muslimin dengan air mata ketegaran yang tiada mampu dibendung; betapa perjuangan memang tidak ringan.

    Dalam remang-remang bayangan kematian yang amat dekat itu, teringatlah satu ayat yang amat nyata.

    Allah Ta’ala sudah memberitahukannya kepada kita melalui Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sejak seribu empat ratusan tahun yang lalu. Simaklah dengan iman.

    “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih.” (Qs. Ali ‘Imran [3]: 21)

    Imam Ibnu Katsir menjelaskan, ayat ini dinisbatkan kepada Ahli Kitab yang mengingkari ajaran para Nabi dengan berlaku sombong. Bukan hanya pengingkaran, mereka membunuh para Nabi tanpa alasan, kecuali karena kebaikan yang diajarkan oleh mereka.

    “Saat mereka angkuh terhadap kebenaran serta menyombongkan diri kepada manusia, maka Allah Ta’ala membalas mereka dengan hinaan dan celaan di dunia serta azab yang pedih di akhirat,” terang Imam Ibnu Katsir dalam tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.

    Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]