Pemuda yang Mengalahkan Syeikh dalam Mendapatkan Jodoh

0
16568
ilustrasi @elhooda

Mari rehat sejenak di akhir pekan ini. Mari menepi di teras rumah bersama keluarga, sembari menikmati hidangan rumahan apa adanya, dihiasi dengan canda, tawa, nan sumringah; seraya berharap keberkahan di dalamnya. Jangan lupa, sisipkan cerita-cerita ringan berhikmah, agar suasana semakin seru dan membahagiakan.

Terkisahlah seorang pemuda yang tengah berjalan bersama seorang Syeikh. Tidak bisa dipastikan, apakan ini antara murid dengan gurunya, atau bukan. Maka keduanya pun berkeliling kampung sembari membicarakan banyak hal; mulai yang ringan hingga persoalan agak berat.

Hingga akhirnya, sang Syeikh mengutarakan salah satu niatnya. Ia menyampaikan sebuah rahasia yang belum dikisahkan kepada siapa pun selain kepada pemuda itu. Dengan lirih dan agak malu-malu, Syeikh itu berkata, “Aku akan melamar dan menikahi Fulanah, wahai pemuda.”

Rupanya, pemuda itu menaruh kesukaan yang sama. Maka mendengar niat sang Syeikh, pemuda itu diam sejenak. Nafas dan dunia seakan berhenti baginya kala itu. Ia pun salah tingkah ketika Syeikh menegurnya, “Mengapa kau diam saja, wahai pemuda?”

Maka untuk menutupi perasaannya itu, sang pemuda berkata, “Ah, gak kok. Biasa saja.” Lanjutnya berkelit, “Aku sedang memikirkan sesuatu.” Dan, keduanya melanjutkan perjalanan menuju tempat istirahat.

Entah beberapa menit kemudian, pemuda itu bertanya, “Benarkah kau hendak melamar dan menikahi Fulanah, ya Syeikh?” Singkat saja, Syeikh menjawab, “Iya, insya Allah.”

“Aku ingin mengatakan satu hal kepadamu tentang Fulanah,” tutur pemuda serius. “Silakan, wahai pemuda,” jawab Syeikh itu datar.

“Tolong pikirkan lagi niatmu untuk melamar dan menikahinya,” hentinya sejenak mengundang penasaran. “Sebab,” lanjutnya, “Aku meihat ia dicium oleh seorang laki-laki.”

Seperti tak percaya, Syeikh itu berhenti seketika. Kali ini, perasaannya lebih tak menentu dibanding apa yang dirasakan oleh pemuda barusan. Dengan muka yang mendadak memerah, tubuh yang sedikit bergetar menahan sedih, Syeikh menatap mata sang pemuda seraya melontarkan tanya, “Apakah yang kau katakan ini benar, wahai anak muda?” Sang pemuda menjawab singkat sembari berlalu, “Iya.”

Sepekan kemudian, Syeikh melihat pemuda itu berjalan dengan Fulanah. Mesra. Maka, didekatilah keduanya. Usai ucap salam, Syeikh bertanya, “Apa yang kau lakukan, wahai anak muda? Mengapa kau bergandengan bersama Fulanah?” Dengan sumringah, pemuda itu menjawab, “Iya, ini istriku.” Fulanah pun menunduk, malu-malu.

Tidak tinggal diam sebab otaknya penuh dengan pertanyaan, Syeikh pun melanjutkan pertanyaan, “Bukankah kau mengatakan bahwa Fulanah pernah dicium oleh laki-laki? Mengapa kau mau menikahinya?” Dengan santai seraya menggandeng istrinya, pemuda itu berujar, “Iya, aku melihatnya dicium oleh ayahnya.”

Aduhai, rupanya… [Pirman]

*Imajinatif; dari berbagai sumber.

SHARE
Previous articleBaca Surat Ini, Allah akan Langsung Membalas Bacaan Anda
Next articleUcapkan Kalimat Ini, Doa Anda akan Terkabul