Orang Ini Tidak Diakui sebagai Golongan Rasulullah

0
3471
ilustrasi @sch84.minsk.edu.by

Islam adalah agama paripurna yang mengatur seluruh hajat hidup umatnya dan umat manusia secara umum. Islam ialah keselamatan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kedamaian. Siapa yang masuk ke dalam Islam, tiada kesedihan dan ketakutan baginya.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sebagai pembawa risalah Islam adalah sosok yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Akhlak mulia inilah pesona Islam yang jarang didapati di dalam risalah atau peradaban lainnya.

Soalan akhlak ini merupakan tema utama yang tidak boleh diremehkan. Siapa yang melakukan serangkaian perintah terkait akhlak, Allah Ta’ala sediakan baginya pahala dunia dan akhirat. Sebaliknya, jika diselisihi maka ada siksa dan keburukan yang pasti ditimpakan, di dunia dan akhirat.

Adalah Imam Muslim Rahimahullahu Ta’ala meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sedang melaksanakan jaulah ke pasar. Beliau mendatangi seorang penjual bahan makanan. Manusia teladan ini memasukkan tangannya ke tumpukan bahan makanan, dan mendapati tangannya basah.

“Apa ini, wahai penjual makanan?” tanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

“Terkena air hujan, wahai Rasulullah yang mulia.” jawab penjual.

“Mengapa engkau tidak meletakkan (bagian yang basah) di atas agar terlihat oleh pembeli?” tanya sang Nabi, retoris.

Pungkas sang manusia teladan mengingatkan, “Siapa yang melakukan tipu daya, dia bukan dari golonganku.”

Penipu. Pembohong. Berbuat curang. Mereka bukanlah golongan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, apa pun profesinya.

Dalam redaksi lain oleh Imam Muslim Rahimahullahu Ta’ala, Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wa sallam juga bersabda, “Siapa yang membawa senjata untuk menyerang kami (Islam dan kaum Muslimin), maka ia bukan dari golonganku. Dan siapa yang melakukan tipu daya, ia juga bukan dari golongan kami.”

Orang-orang yang melakukan tipu daya tak ubahnya pengkhianat. Mereka tega menimpakan kerugian kepada orang lain demi mendapatkan keuntungan pribadi. Mereka tidak peduli kepada sesama, asal dirinya mendapatkan bahagia dan keuntungan.

Mereka tidak sadar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mengancam para pengkhianat. Bahkan satu kali pengkhianatan akan dikonversikan menjadi satu panji yang kelak dibawa di Hari Kiamat.

“Setiap pengkhianat ada panjinya di Hari Kiamat. Dan dikatakan, ‘Ini adalah pengkhianatan si Fulan.” sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sebagaimana diriwayatkan Imam al-Bukhari dan Imam Muslim Rahimahumallahu Ta’ala.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]