Nasihat Mencerahkan Imam al-Ghazali tentang Penuntut Ilmu

0
ilustrasi lelah yang diberkahi @jadiberita.com

Nasihat ini penting bagi seluruh kaum Muslimin yang diwajibkan kepadanya menuntut ilmu. Bukan hanya ilmu agama, tapi juga ilmu-ilmu umum yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Sebab dengan ilmu, seseorang akan bisa meningkatkan kapasitas hingga dia bisa menjadi orang yang paling besar manfaatnya bagi sesama manusia.

Nasihat ini sangat urgen. Sebab menyangkut keselamatan di dunia dan akhirat. Hendaknya nasihat yang termaktub dalam Bidayatul Hidayah ini dijadikan pedoman agar kita tidak terjerumus dalam duka dunia dan nestapa akhirat.

Imam al-Ghazali membagi penuntut ilmu menjadi tiga kelompok.

Golongan Pertama

Ialah mereka yang dijamin keselamatannya karena niat menuntut ilmu untuk menggapai kebahagiaan abadi di akhirat. Merekalah golongan yang niatnya lurus. Tidaklah mereka berlelah menuntut ilmu, kecuali mengharapkan ridha Allah Ta’ala, bukan untuk perkara duniawi yang amat sementara.

Golongan Kedua

Termasuk dalam golongan ini adalah penuntut ilmu yang bertujuan dunia. Mereka mendambakan kejayaan, kedudukan, dan harta benda.

Kepada mereka, Allah Ta’ala masih sediakan ruang untuk kebaikan. Jika meninggal dunia dalam keadaan bertaubat dan kembali kepada-Nya, mereka berhak mendapatkan bahagia di akhirat. Dan tatkala meninggal sebelum meminta ampun kepada-Nya, siksa-Nya yang pedih menanti.

Golongan Ketiga

Kelompok ini dikuasai oleh setan terlaknat. Tujuan dan ambisinya hanyalah perkara dunia. Mereka mencari kedudukan, mengejar harta, dan menumpuk berbagai jenis keperluan duniawi lainnya. Parahnya, mereka justru merasa menjadi orang baik. Tidak ada sedikit pun perasaan khawatir yang menyelubungi nuraninya.

“Ia termasuk orang yang binasa dan termasuk orang dungu yang tertipu.” tulis Imam al-Ghazali.

“Sebab,” pungkas sang imam, “tidak ada harapan baginya untuk bertaubat. Ia mengira bahwa dirinya termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Satu di antara ciri kelompok yang pasti celaka ini sebagaimana disebutkan dalam surat ash-Shaff [61] ayat 2 dan 3, “Wahai orang-orang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kemurkaan Allah bagi mereka yang mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan.”

Mari senantiasa meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Jangan berlelah-lelah hanya karena ingin dipuji atau memenangkan perdebatan. Senantiasalah berharap dan bersungguh-sungguh agar ilmu yang didapatkan bisa menjadi sarana pemadam api neraka.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaInnalillahi… Wasapadailah Ulama yang Lebih Berbahaya dari Dajjal Ini
Berita berikutnyaMeski Amalannya Terkesan Sederhana, Pemabuk dan Preman Ini Bertemu Nabi dalam Mimpinya