Menulis untuk Dakwah

0
176

Menjadi seorang penulis itu keren. Selain  bisa menghasilkan rupiah, penulis juga menjadikan diri ternama. Karena alasan ini, terbesitlah keinginan terbesar dalam hidupku untuk menjadi penulis.

Usaha pertama yang Aku lakukan adalah mencari informasi dari berbagai buku maupun searching di dunia maya tentang cara menjadi penulis.

Banyak buku yang Aku baca. Puluhan informasi juga Aku konsumsi. Tetapi, otak ini tetap berfikir bahwa menulis itu sulit, menjadi penulis tidaklah mudah. Akhirnya, tangan ini tak mampu untuk memulai menulis.

“Ah… mungkin niatku belum bulat, tekatku belum kuat, keinginanku belum mantap”.

Setelah beberapa tahun berlalu, keinginan menjadi penulis pun pudar. Hampir tak terfikir lagi.

Sampai akhirnya, secara tidak sengaja, Aku membaca status salah satu pengguna facebook. Ia yang merupakan penulis ini membuka kelas Belajar Menulis Online (BeMO) dengan iming-iming bisa menghasilkan rupiah dan difasilitasi sampai bisa menulis.

“Waah… kesempatan menggiurkan nih!!”

Ditambah lagi harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal bahkan diberi diskon jika mendaftar cepat. Maka kesempatan itu langsung Aku manfaatkan.

Dan cita-cita menjadi penulis kembali datang dalam pikiran dan mimpiku. Aku ingin benar-benar mewujudkannya.

Materi Pertama

Pada hari yang kutunggu, materi pertama di kelas BeMO langsung melejitkan semangat dan optimisme untuk menjadi yang pertama mengirim tulisan.

Alhamdulillah kesampaian.

Mbah Pirman, pengisi materi yang juga Redaktur Eksekutif kisahikmah(dot)com menyampaikan tentang motivasi menulis. Setelah mempelajarinya, Aku yang pemalas berniat menjadi yang tercepat (dalam mengerjakan tugas latihan).

Dan yang paling penting, pemateri menyatakan bahwa setiap orang bisa menjadi penulis asalkan memiliki tekad, terus belajar dan mencoba.

Motivasi menulis yang paling penting adalah akan menjadi siapakah kita setelah kematian? Apakah kita akan dikenang 2, 3 atau 5 tahun ke depan?

Maka dengan tulisan, nama kita akan selalu tercatat dalam sejarah, dalam ingatan banyak manusia. Aku pun, akhirnya mulai menulis lagi.

Cita-Cita

Umurku kini 33 tahun. Dalam mimpi dan harapanku, pada umur ke-35 tahun, Aku bisa menulis buku yang best seller.

Judul buku pertamaku adalah “Saya Bisa Miliki Otak yang Dahsyat”.

Bagaimana isinya belum tergambarkan secara utuh. Tapi aku bersemangat untuk merampungkan isinya. Semoga dengan judul ini bisa menjadi magnet bagi siapa pun yang malas membaca bersemangat untuk membacanya.

Kata orang, tujuan atau niat adalah penentu kesuksesan kita. Niat terbaik ialah menghadirkan Allah didalamnya. Jika tujuan dan niat hebat kita karena Allah, maka mudah bagi-Nya untuk menjadikan hasil yang diterima melebihi harapan kita.

Bismillah… Ku delegasikan tulisan ini untuk dakwah, sebagai investasi pahala dan memotivasi diri serta orang lain untuk menggunakan otak yang merupakan anugerah utama manusia agar bermanfaat bagi orang lain tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Semoga ini awal yang diridhoi-Nya. Semoga buku yang kuimpikan berhasil kutulis dan diterbitkan. Aamiin. [Fawatifu Syu’ara-Peserta Belajar Menulis Online]

SHARE
Previous articleLima Orang yang Paling Mirip Rasulullah
Next articleAir Mataku Cukup Allah Yang Tahu