Diterima di Langit Pertama, Hal Ini Sebabkan Amal Ditolak di Langit Kedua

0
ilustrasi @Riaubook.com

Iman yang benar akan diikuti dengan amal shalih. Amal shalih yang tepat akan diikuti dengan keikhlasan yang murni. Hanya karena Allah Ta’ala dan meneladani sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Ketika tiada keikhlasan dalam sebuah amal, banyak hal yang menjadi sebab hingga ia ditolak oleh Allah Ta’ala.

Imam al-Ghazali meriwayatkan dari jalur Imam Abdullah bin Mubarak Rahimahumallahu Ta’ala di dalam kitab Bidayatul Hidayah, sahabat mulia Mu’azd bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu menuturkan satu sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam terkait sebab-sebab ditolaknya amal seorang hamba.

Disebutkan, seorang hamba membawa amalan yang sangat menawan. Kemilau amalan itu bak cahaya mentari yang bukan hanya terang dan hangat, tetapi juga merupakan sumber kehidupan.

Sayangnya, amalan itu ditolak. Ia hanya beredar di langit pertama dan tidak bisa melanjutkan sampai langit kedua. Sebabnya, pelakunya merupakan sosok yang mudah menghujat kepada sesama makhluk.

Dalam kelanjutan riwayat ini, tersebutlah seorang hamba dengan amalan yang baik. Amalannya dipuji. Para malaikat menyanjungnya. Pun malaikat Hafadzah yang mengawal amalan itu. Karena pelakunya bukan penghujat, amalan itu lolos dari langit pertama dan berhasil naik ke langit kedua.

Namun, sesampainya di langit kedua, malaikat penjaganya menggertak dengan keras.

“Berhenti dan tamparkan amalan itu ke muka pelakunya. Sebab dia beramal dengan mengharap dunia. Allah Ta’ala perintahkan kepadaku agar amalan itu tidak sampai ke langit berikutnya.”

Sebelum dilanjutkan, mari merenung dengan nurani yang paling tulus. Bayangkan bahwa kita yang tengah dihisab. Bayangkan bahwa amalan yang tengah dilaporkan dan dinaikkan ke langit kedua ini merupakan amalan kita.

Ketika kebahagiaan kita karena lolos di langit pertama berganti menjadi pedih tiada terperih lantaran penolakan di langit kedua.

Bukankah terlalu sedikit amal yang kita kerjakan? Dari sedikit itu, bukankah banyak di antaranya yang dilakukan dengan mengharapkan dunia? Betapa banyak amalan akhirat yang dikerjakan, tapi hanya untuk mendapatkan karunia dunia.

Betapa banyak amal shalih yang kita lakukan, dan hanya mendambakan balasan di dunia berupa perhiasan dan pernak pernik yang sedikit sekali maknanya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaSebab Ditolaknya Amalan di Langit Pertama
Berita berikutnyaRutin Amalkan Ini, Tentu Rezeki Anda Berlimpah