Mengenaskan! Mati Konyol karena M*ras

0
708
ilustrasi. sumber gambar: www.konfrontasi.com

Tidaklah Allah Ta’ala melarang sesuatu, kecuali di dalamnya terdapat keburukan dan bahaya yang sangat besar. Bahaya dan keburukan di balik larangan-larangan Allah Ta’ala ini bukan hanya didapatkan di dunia, tapi juga berlanjut hingga siksa di akhirat. Jika seorang hamba menerjang apa yang dilarang oleh-Nya, kematian bisa serta-merta menjumpai, dan ia meninggal dalam keadaan su’ul khatimah sebagaimana dalam kisah berikut ini.

Kisahnya, dia berada satu mobil dengan lima rekan lainnya. Ada satu orang perempuan berpakaian minim, terbuka di sana-sini, disengaja. Mobil tersebut bukan milik salah satu di antara lima orang ini, melainkan pinjaman.

Saat laki-laki ini mengajukan diri untuk mengendarai, temannya menolak. Namun, dia memaksa. Mesin mobil dihidupkan. Dikemudi. Malang, hilang kendali. Mobilnya menabrak dinding parkir, terjatuh di lantai parkir pertama dari lantai parkir kelima.

Dua orang mati seketika. Tiga di antaranya luka parah. Si pemilik mobil masih selamat. Dia ditinggal oleh si pengendara saat keluar dari lokasi karaoke di daerah sekitar jabodetabek itu.

Pihak kepolisian langsung bertindak setelah mendapat laporan dari pihak keamanan gedung pusat perbelanjaan tersebut. Didapatilah sebuah keterangan, pengendara mobil mabuk lantaran minuman keras saat tengah berkaraoke. Diduga, di tempat karaoke tersebut terjadi praktik prostitusi terselubung. Apalagi, pemilik karaoke menyediakan wanita-wanita berpakaian serbaterbuka sebagai penyanyi pendamping. Padahal, guna mendapatkan izin, mereka menyatakan diri sebagai tempat karaoke keluarga.

Mati datang kapan saja dengan cara apa saja. Sebagai hamba Allah Ta’ala dan umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam, kita harus senantiasa waspada dengan ‘kejutan’ yang datang tanpa permisi ini.

Kisah ini menjadi bukti salah satu bukti, bahwa seseorang akan dimatikan sebagaimana kebiasaannya. Siapa terbiasa dengan keburukan, amat sukar baginya untuk meninggal di jalan kebaikan. sebaliknya, orang-orang yang suka dengan amal shalih, kelak akan dimatikan dalam keadaan sedang beramal kebaikan.

Jika pun ada pengecualian, jumlahnya hanya sedikit. Dan pasti, ada rahasia di balik kejadian itu.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]