Mengapa Ustadz M Arifin Ilham Tidak Sediakan Makanan Saat Dzikir Akbar di Masjidnya?

0
4342

Suasana pagi itu sangat cerah. Mentari bersinar lembut. Menghangatkan saat berpadu dengan embun pagi yang mulai menguap. Suasana perkampungan di daerang Kampung Sawah Desa Lengkong Kulon Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang sangat damai dan sejuk saat sekumpulan kaum Muslimin berduyun-duyun menuju Masjid al-Istiqamah untuk berdzikir.

Pagi itu, Sabtu, 19 Maret 2016, Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham terjadwal mengisi taushiyah dan dzikir di masjid yang terletak di RW 06. Jamaah berpakaian serbaputih menyemut, padahal penyelenggaraannya terbilang mendadak, demikian disampaikan oleh Kepada Desa saat menyampaikan sambutan.

Setelah menyampaikan nasihat penyejuk nurani, dai yang kerap berbusana sunnah ini menyampaikan beberapa informasi. Salah satunya tentang dzikir akbar yang rutin diselenggarakan di Masjid az-Zikra Sentul Bogor Jawa Barat.

Beliau mengajak jamaah untuk menghadiri dzikir yang rutin dilaksanakan saban pekan pertama setiap bulan masehi. Beliau juga menyampaikan bahwa dzikir tersebut dihadiri oleh puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia. Beliau mengingatkan agar jamaah bersegara, jangan datang setelah jam tujuh pagi. “Karena macetnya sepanjang lima kilometer.” tutur dai kelahiran Banjarmasin ini.

Hal lain yang beliau sampaikan adalah agar jamaah tidak membawa makanan ke acara dzikir. Meski terkesan sederhana, beliau menyampaikan hal ini karena merupakan hal penting yang harus senantiasa disadari oleh komunitas kaum Muslimin.

Sebenarnya, apa rahasianya? Berikut di antara poin penting yang beliau jelaskan mengapa jamaah dzikir tidak dianjurkan membawa makanan, mengapa beliau dan Majlis az-Zikra tidak menyediakan makanan untuk jamaah dzikir.

Perihal makanan ini, Majlis az-Zikra pernah menyediakan hidangan untuk jamaah dzikir. Kata Ustadz Arifin, waktu itu terkumpul tiga puluh lima ribu bungkus makanan dari berbagai donatur. Semua makanan habis dibagikan kepada jamaah.

Namun, lepas dzikir, banyak kaum Muslimin yang menyambangi kediaman Ustadz Arifin.  Ialah para pedagang. Mereka mengatakan, karena dibagi makanan, dagangannya tidak laku.

Setelah melakukan musyawarah dengan berbagai pihak, akhirnya Majlis az-Zikra memutuskan untuk tidak membagikan makanan lagi kepada jamaah pada agenda dzikir berikutnya. Tujuannya, agar makanan yang dijual oleh pedagang terjual habis.

“Belilah makanan di lokasi dzikir. Insya Allah berkah. Ini juga upaya untuk menggerakkan ekonomi umat.” beber Kiyai Arifin Ilham.

Sebuah niat mulia yang harus senantiasa didukung.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

SHARE
Previous article4 Nasihat Agung Agar Mampu Tundukkan Pandangan
Next articleIngin Mati Husnul Khatimah? Rutinkan Amalan Ini