Lakukan Ini Malam Hari, Siang Cerita, Allah Tidak Ampuni Dosanya

0
ilustrasi @wallpapers.99px.ru

Islam merupakan ajaran yang sangat mulia dan menyeluruh. Namun, kemuliaan ajaran Islam tercemar oleh akhlak sebagian kaum Muslimin yang tidak bersesuaian dengan al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Di antara akhlak yang mulai pudar dari sebagian kaum Muslimin, sebagaimana disebutkan dalam riwayat muttafaq ‘alaih, bahwa seorang Muslim tidak diampuni dosanya oleh Allah Ta’ala lantaran menceritakan apa yang dia lakukan di malam hari.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Setiap orang (yang bersalah) dari umatku dapat dimaafkan, kecuali orang yang terang-terangan. Di antara bentuk sikap terang-terangan adalah seseorang yang melakukan maksiat di malam hari, lalu menceritakannya pada pagi hari-padahal Allah Ta’ala menutup aibnya pada malam hari. Ia malah mengatakan kepada orang lain, ‘Wahai Fulan, semalam aku melakukan ini dan itu’. Sebenarnya, sepanjang malam Allah Ta’ala telah menutup aibnya, tapi dia malah menyingkapnya pada pagi harinya.”

Perbuatan ini sudah semakin mewabah di kalangan kaum Muslimin akhir zaman, kecuali orang-orang yang mendapatkan perlindungan dari Allah Ta’ala. Bahwa tiada manusia yang bebas dari salah, dosa, dan maksiat, tapi semua pelaku salah, dosa, dan maksiat bisa menutupi perbuatannya. Mereka bisa diam. Mereka bisa menutup mulut. Mereka bisa menahan diri untuk tidak menuturkan keburukannya kepada siapa pun.

Mirisnya, banyak yang justru bertutur dengan bangga. Banyak yang menceritakan tanpa malu. Banyak yang berlomba-lomba mengisahkan hingga terkesan berlebihan dan dibuat-buat. Tak sedikit orang mengabarkan secara detail apa yang mereka lakukan.

Padahal, Allah Ta’ala menutup aibnya. Padahal, Allah Ta’ala sembunyikan salah dan kelirunya.

Maka menepilah di sudut-sudut mihrab dalam gulita malam. Berdiri, takbir, ruku’, dan sujudlah di keheningan malam. Akui semua salah, dosa, dan maksiat di hadapan Allah Ta’ala Yang Maha Mengetahui. Hanya kepada-Nya. Akui semuanya. Kisahkan semuanya. Tumpahkan seluruhnya.

Setelah itu, minta ampunlah kepada-Nya Yang Maha Pengampun. Beristighfarlah sebanyak-banyaknya. Biarkan dosa itu menjadi urusan sangat pribadi antara kita dengan Allah Ta’ala.

Ketika kita akui semua keliru dan kerendahan diri di hadapan Allah Ta’ala, Dia pasti meninggikan derajat kita di antara makhluk-makhluk-Nya, selama kita tidak kembali dalam perbuatan yang keliru itu.

Namun, mengisahkan kesalahan dan dosa dibolehkan jika untuk memberikan kesaksian. Bukan niat mencari dan menyebarkan aib sesama.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

Berita sebelumyaDapati Hal Ini, Nabi Marah Besar dan Pidato dengan Suara Keras
Berita berikutnyaLakukan Ini Saat Mimpi, Rasulullah Sebut Anda Orang Terbaik