Makam Mbah Priok Bercahaya

0
6140

Di dalam buku Jasa-jasad yang Harum, M Sanusi memasukkan laki-laki shalih ini di urutan pertama. Laki-laki yang lahir di Ulu Palembang ini memilih taqdirnya untuk berdakwah hingga wafat dan dimakamkan di Jakarta. Meski bukan asli Betawi, laki-laki ini dinobatkan oleh masyarakat sekitar sebagai salah satu leluhur.

Makamnya sering dikunjungi sebagai penghormatan dan motivasi bagi yang hidup. Dari makam laki-laki yang masih memiliki keturunan Habib ini terlihat semburat cahaya hingga menembus angkasa.

Banyak kisah beredar tentang laki-laki bernama asli Habib Hasan bin Muhammad al-Haddad ini. Salah satu versi menyebutkan bahwa beliau menempuh perjalanan laut selama dua bulan demi menuju Fatahillah (Jakarta) untuk berdakwah. Dalam rombongan kapal kecil yang dinaikinya, Habib Hasan bersama Habib Ali al-Haddad dan beberapa orang lainnya.

Di sepanjang perjalanan laut itu banyak sekali ujian. Baik yang berasal dari patroli penjajah Belanda atau gulungan ombak yang mengancam sewaktu-waktu. Perjalanan yang menguras tenaga, air mata, dan darah. Tapi harus ditempuh demi menyebarkan ajaran Islam yang mulia.

Salah satu kisah menyebutkan, kapal yang dinaiki Habib Hasan al-Haddad diterpa ombak besar. Semua yang ada di atas tergulung, kecuali beras yang berserakan. Dalam masa yang lama dalam ombang-ambing ombak, bagian-bagian kapal mulai digunakan sebagai bahan bakar. Pun dayung yang fungsinya amat vital bagi kapal kecil itu.

Ketika dayung sudah digunakan untuk memasak, kisah keajaiban lainnya pun muncul. Habib Hasan al-Haddad memasukkan beras ke jubahnya, diiringi lantunan doa, kemudian beras itu menjadi nasi siap santap.

Setibanya di Jakarta, Habib Hasan mendakwahkan Islam di sekitaran Jakarta Utara. Beliau mengajarkan berbagai ilmu Islam kepada masyarakat bahkan sempat mendampingi beberapa Habib lain yang tiba lebih dulu di kawasan itu.

Kisah lainnya terjadi pada 1 Maret 2000. Sebagaimana dituturkan oleh M Sanusi dalam buku Jasad-jasad yang Harum, ada sekelompok ilmuwan yang mendatangi kawasan Jakarta Utara. Ia melihat cahaya berasal dari daerah tersebut melalui satelit mereka.

Ternyata, cahaya tersebut berasal dari makam Habib Hasan bin al-Haddad yang lebih dikenal oleh masyarakat Ibu Kota Jakarta dengan sebutan Mbah Priuk.

Terlepas dari kuat atau lemahnya riwayat ini, kita meyakini bahwa ada karamah yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada orang-orang shalih pilihannya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]