Masuk Neraka Lewat Masjid!

0
13151
ilustrasi @medium.com

Di sebuah masjid, dengan semangat yang membara, laki-laki ini menyampaikan berbagai hal terkait kondisi umat yang makin terseok-seok lantaran fitnah akhir zaman. Dia mengisahkan kejadian-kejadian memilukan yang dialami oleh kaum Muslimin lintas generasi. Membara. Penuh antusiasme.

Hadirin memperhatikan dengan serius. Bebarapa di antara mereka mengerutkan kening, beberapa lainnya berulang kali mengusap wajah. Sebagian lainnya tidak mengubah posisi duduknya. Khusyuk mendengarkan penuturan sang laki-laki.

Di akhir penyampaian, dia pun mengungkapkan maksud utamanya. Menggalang dana. Dia mengatasnamakan sebuah lembaga. Lantas mengedarkan penampung uang amal.

Tak butuh waktu yang lama, jamaah pun berlomba memasukkan uang ke dalam kotak yang sudah disiapkan oleh si laki-laki. Berselang menit kemudian, setelah semua jamaah mendapat giliran dilewati penampung uang amal, si laki-laki bergegas pamit. Meninggalkan jamaah seraya membawa uang sumbangan.

Laki-laki ini berlalu, menuju ke masjid lain yang lokasinya tak jauh dari masjid pertama. Dia mengisahkan cerita serupa, lalu mengedarkan kotak infaq yang sudah disiapkannya itu. Terus seperti itu. Selama beberapa hari.

Kejadian ini terjadi di sebuah daerah di luar negeri. Oleh pihak yang berwajib, laki-laki peminta sumbangan ini diikuti. Rupanya, dia tidak menuju ke sebuah sekretariat lembaga yang diakui di hadapan jamaah. Bahkan, setelah ditelusuri lebih jauh, yayasan yang dia kenalkan kepada jamaah fiktif belaka.

Pihak keamanan pun meringkus si laki-laki. Lengkap dengan barang buktinya.

Kejadian sejenis ini, bisa jadi, bukan hal yang aneh. Tidak hanya di luar negeri, di negara kita pun banyak terjadi. Hanya beda modus dan caranya.

Ini merupakan fakta. Betapa banyak orang yang gelap mata fisik dan hatinya. Ambisi terhadap dunia benar-benar mematikan akal dan ruhaninya. Hanya demi beberapa lembar uang, seorang bernama manusia yang sejatinya bisa menjadi makhluk terbaik melebihi derajat para malaikat, justru terjerumus ke dalam nestapa tak berkesudahan.

Siapa pun yang melakukan ini, dosanya berlapis-lapis; jika dia meninggal sebelum meminta maaf kepada para korban dan bertaubat kepada Allah Ta’ala.

Perbuatan ini bukan kejahatan ringan. Sebab pelakunya telah berdusta. Sedangkan dusta merupakan pangkal keburukan. Lebih pelik lagi karena dia berdusta di masjid, menggunakan nama-nama Allah Ta’ala yang agung. Ditambah lagi, ada uang yang dia manfaatkan dan ianya menjadi barang haram yang masuk ke dalam diri dan anggota keluarganya yang lain.

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

SHARE
Previous articleBanyak Dosa Tapi Susah Menangis? Baca Kisah Ini
Next articleTernyata Bu Saeni…