“Mas, Pilih Aku atau Ibumu!”

0
7891
ilustrasi @nugrahayoganugraha.wordpress.com

Betapa bahagianya laki-laki dalam kisah ini. Atas doa dari ibu dan kesungguhannya dalam berusaha, dia berhasil menggapai kondisi kehidupan yang mapan. Rumah luas dan nyaman, pekerjaan mapan dengan gaji melimpah, fasilitas serbamewah mudah dinikmati, dan kemudahan-kemudahan lain yang tak terhitung.

Bahagia semakin lengkap saat dia berhasil menikahi seorang perempuan cantik jelita. Benar-benar membanggakan. Wanita itu merupakan idaman bagi banyak orang lantaran pesona kecantikan yang terpancar darinya.

Setelah menikah, laki-laki ini menempatkan istri dan ibunya dalam satu rumah. Sang ibu sudah tidak punya siapa-siapa kecuali anak laki-lakinya itu.

Berharap bertambah bahagianya, sang istri justru sering bermasalah dengan ibunya. Banyak pertengkaran, mulai yang kecil hingga besar. Banyak ketidakcocokan dan persoalan-persoalan lainnya. Beruntung, si laki-laki bisa bersabar dengan terus menasihati istrinya.

Puncaknya, sang ibu menderita penyakit. Sang anak bergegas menuju rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Rupanya, sang ibu divonis gila. Tentu saja, sang istri tidak mau berkmpromi.

Dengan kesombongan yang bersemayam di hatinya, sang istri dengan berani mengatakan, “Mas, pilih aku atau ibumu. Jika pilih ibumu, ceraikan aku. Jika pilih aku, tinggalkan ibumu.”

Mulanya, sang laki-laki tidak menggubris. Sang ibu masih berada di rumahnya sembari berobat jalan. Hingga pada suatu malam, atas desakan nafsu setan yang senantiasa dibisikkan oleh istrinya, sang laki-laki bertindak konyol.

Ketika hujan deras, dingin, dan gulita yang menyergap, laki-laki ini menuntun ibunya ke atap rumah. Baru berapa langkah di atap, sang laki-laki mendorong ibunya hingga terjatuh ke tanah. Meninggal seketika itu juga.

Keesokan harinya, tanpa merasa bersalah, sang laki-laki mempersiapkan upacara besar-besaran. Dengan sedih yang dibuat-buat, dia menerima banyak ucapan bela sungkawa dari sahabat-sahabat dan rekan bisnisnya. Dia merasa lega, padahal ada keburukan yang siap menerkamnya.

Tak lama setelah kejadian itu, sang laki-laki jatuh sakit. Bukan kebetulan, dokter mengatakan bahwa dia menderita penyakit gila. Sang istri mengalami pusing dan sedikit mengurus suaminya di rumah. Hingga suatu malam, terjadilah apa yang pernah dia lakukan kepada almarhumah ibunya.

Dia berjalan seorang diri saat hujan, dingin, dan sergap gulita menuju atap tempat dia menjatuhkan ibunya. Dia benar-benar melalui tempat yang sama, lalu menjatuhkan dirinya ke tanah hingga meninggal dunia.

Sungguh, siksa akan disegerakan jika seorang anak berlaku durhaka kepada ibu atau orang tuanya. Siksa akan diberikan ganda, di dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]