Amalan Ini Antarkan Majusi Masuk Islam dan Langsung Mimpi Bertemu Nabi

0
9259
mimpi bertemu nabi
ilustrasi mimpi bertemu nabi

Muslimah itu memasukkan anak-anaknya ke masjid, berharap mereka bisa bertahan di tengah cuaca dingin. Sendirian, dalam kondisi sangat lapar, ia menyusuri jalan. Berharap bertemu orang baik yang mau memberi mereka makan.

“Assalamu’alaikum,” ia menyapa sejumlah pria yang ditemuinya sedang berkumpul. Dari identitas mereka, muslimah itu yakin mereka muslim sebagaimana mayoritas penduduk di negeri itu.

“Pak, saya seorang muslimah. Saya membawa anak-anak yatim saya di masjid. Kami membutuhkan makanan.”

“Apa buktinya bahwa kau seorang muslimah?” tanya salah seorang dari mereka yang ternyata adalah Kepala Kampung.

“Saya berasal dari negeri yang jauh, tak seorang pun mengenal saya.”

Meskipun berjilbab, bagi Kepala Kampung, itu belum cukup. Akhirnya ia menolak memberikan bantuan.

Tak jauh dari tempat itu, ada seorang laki-laki Majusi. Mengetahui muslimah itu ditolak oleh Kepala Kampungnya, ia menyuruh janda itu dan anak-anaknya datang ke rumah.

Bersama sang istri, penganut Majusi tersebut menyiapkan makanan. Mereka juga memberikan pakaian yang layak dan mempersilahkan untuk menginap.

Keesokan harinya, Kepala Kampung itu datang ke rumah pria tersebut.

“Apakah janda dan anak-anak yatim menginap di rumahmu?”

“Iya Pak”

“Aku ingin membawa mereka ke rumahku dan menolong mereka”

“Tidak bisa, Pak. Mereka adalah tamuku”

“Ambillah 1000 dinar ini, dan biarkan mereka menjadi tamuku”

“Tidak Pak. Aku tidak membutuhkan uang itu. Tapi mengapa Bapak sangat ingin membantu mereka padahal kemarin Bapak menolak mereka?”

“Tadi malam aku bermimpi seakan hari telah kiamat dan sebuah istana surga diperlihatkan kepadaku. Ketika aku bertanya istana itu milik siapa, ada jawaban bahwa istana itu milik muslim yang baik. Aku mengatakan bahwa aku adalah muslim yang baik. Ternyata aku ditanya, ‘apa buktinya bahwa kau adalah muslim yang baik?’ Aku jadi ingat bahwa itu adalah pertanyaanku untuk muslimah tersebut.”

“Pak, aku juga bermimpi hal yang sama. Aku bermimpi seakan hari telah kiamat dan sebuah istana surga diperlihatkan kepadaku. Ketika aku bertanya istana itu milik siapa, Rasulullah hadir dalam mimpiku dan bertanya ‘Apakah wanita dan anak-anak itu bersamamu?’ Aku jawab, ‘Iya, wahai Rasulullah’. Lalu beliau mengatakan ‘Istana ini untukmu’.”

“Tapi, bagaimana mungkin engkau bisa mimpi bertemu Rasulullah padahal engkau adalah seorang Majusi?”

“Tadi malam, kami berdialog dengan wanita muslimah tersebut dan Allah memberiku hidayah. Sebelum tidur, aku telah masuk Islam.”

Masya Allah… Jangan remehkan kebaikan dan jangan mempersulit syarat menolong orang. Sebab, berbuat baik bisa mendatangkan hidayah dan taufiq-Nya.

Jangan remehkan kebaikan dan jangan mempersulit syarat menolong orang. Sebab kesempatan berbuat baik belum tentu datang lagi sementara hilangnya peluang beramal bisa mendatangkan penyesalan diri; di dunia ini atau di akhirat nanti. [Muchlisin BK/Kisahikmah.com]

*Disarikan dari kisah yang ditulis Imam Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir

SHARE
Previous articleMaksiat yang Lebih Baik daripada Ketaatan
Next articleKisah Cinta Pertama Sayyid Qutb

CEO BedaMedia Grup, Inspirator di Trustco Gresik, Sekretaris Yayasan (Pendidikan) Al Ummah