Tidak Ditanyakan di Akhirat, Tapi Banyak yang Mengerjakan Hal Ini

0
sumber gambar: www.youtube.com

Ada nasihat indah dari Imam al-Ghazali dalam buku Bidayatul Hidayah. Laki-laki yang dinobatkan sebagai imam bagi para sufi dan merupakan salah satu tabib hati kebanggaan kaum Muslimin ini mewanti-wanti kaum Muslimin agar meninggalkan satu perbuatan. Sebab, perbuatan itu tidak akan pernah ditanyakan di akhirat.

Mirisnya, meski tidak ditanyakan di Hari Kiamat, banyak umat akhir zaman yang kerap melakukannya. Bahkan ada indikasi di sebuah komunitas yang gemar melakukan larangan ini. Na’udzubillah.

“Jangan sekali-kali engkau mengutuk suatu makhluk Allah Ta’ala, baik kepada binatang, tumbuhan, terlebih kepada sesama manusia. Jangan menghakimi seorang Muslim telah menjadi kafir atau munafik, terlebih dengan berani memberikan kesaksian.” tutur sang imam yang dijuluki Hujjatul Islam ini.

Bukankah kita banyak menjumpai sebagian oknum kaum Muslimin yang berani menuduh kelompok lain sebagai munafiq atau kafir hanya karena beda guru ngaji? Bukankah banyak oknum kaum Muslimin yang berani bersaksi dan menyebarkan kesaksian di media sosial maupun media siar terkait kemunafikan atau kekafiran golongan lainnya padahal sama-sama kaum Muslimin?

Mengapa Imam al-Ghazali melarang tindakan ini? “Sebab,” lanjut beliau, “hanya Allah Ta’ala yang mengenali hal-hal tersembunyi di balik hati seseorang. Oleh karena itu, jangan merasa menjadi pribadi yang lebih tahu dari Allah Ta’ala.”

Selain itu, tindakan mengutuk dan menuduh ini tidak akan ditanyakan di akhirat jika pun kita tidak mengerjakannya.

“Di Hari Kiamat, tidak akan ada yang menuntutmu dengan bertanya, ‘Mengapa engkau tidak mengutuk si Fulan?’ Atau, ‘Kenapa engkau mendiamkan saja si Fulan?’ Bahkan sekalipun engkau tidak pernah mengutuk iblis di sepanjang hidupmu dan lidahmu juga tak pernah menyebut-nyebut kebusukannya, pada Hari Kiamat nanti engkau tidak akan ditanya tentang hal itu, juga tidak akan dituntut atasnya.”

Justru ketika kita melaknat, menuduh, atau mengutuk, maka kita akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Dan ketika tak kuasa memberikan bukti, sungguh semua tuduhan itu kembali kepada pihak yang menuduh.

Terkait iblis, ia akan tetap seperti itu. Dikutut miliaran kali pun, ia tak akan pernah berubah. Justru kita yang akan lelah karena menyia-nyiakan waktu dan sumber daya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]

*Beli buku BIdayatul Hidayah tulisan Imam al-Ghazali di 085691548528

Berita sebelumyaMengapa Abu Bakar ash-Shiddiq Menyumbat Mulutnya dengan Kerikil?
Berita berikutnyaMenangis di Pemakaman, Alasan ‘Utsman bin ‘Affan Ini Bikin Merinding