Kubunuh Wanita Itu Karena Menolak Cintaku, Bisakah Aku Bertaubat?

3
3350
Lelaki sedih (Detik.com)

Seorang laki-laki datang menghadap Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu. Tampak gurat penyesalan di wajahnya.

“Wahai Ibnu Abbas, sesungguhnya aku telah mengajukan lamaran kepada seorang wanita. Namun… pujaan hatiku itu tak mau menikah denganku. Kemudian wanita itu dipinang oleh lelaki lain dan ia menerimanya. Itu benar-benar membuatku cemburu dan aku pun membunuh wanita itu,” Laki-laki itu berterus terang kepada Ibnu Abbas, “Apakah aku bisa bertaubat?”

Setelah mendengar dengan seksama, Ibnu Abbas balik bertanya. “Apakah ibumu masih hidup?”

“Tidak… ibuku telah tiada”

“Bertaubatlah kepada Allah dan mendekatlah kepadaNya dengan semaksimal mungkin,” jawab Ibnu Abbas. Cukup singkat, namun merangkum segala kebaikan.

Laki-laki itu kemudian berpamitan pergi. Perasaannya sedikit lega. Ada harapan taubat atas dosanya. Dan sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima taubat.

Namun tak lama kemudian, laki-laki itu kembali lagi. “Mengaa engkau tadi bertanya tentang ibuku?” Rupanya pertanyaan pertama Ibnu Abbas mengganjal pikirannya.

“Sesungguhnya,” jawab Ibnu Abbas, “aku tidak mengetahui adanya suatu amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah dibandingkan berbakti kepada ibu.”

***

Kisah yang diabadikan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad ini menunjukkan betapa Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu membuka pintu taubat bagi hambaNya. Dia Maha Pengampun lagi Maha Penerima taubat.

Kisah ini juga menunjukkan betapa besar keutamaan berbakti kepada ibu. Syaikh Mahmud Musthafa Sa’ad dan Dr Nashir Abu Amir Al Humaidi dalam Min Rawa’i Tarikhina memasukkan kisah ini dalam bab Berbakti kepada Kedua Orangtua.

Seandainya ibu dari laki-laki tersebut masih hidup, tentulah yang akan dinasehatkan oleh Ibnu Abbas adalah, “bertaubatlah kepada Allah dan berbaktilah kepada ibumu” sebagaimana jawaban Rasulullah ketika ditanya seseorang yang telah melakukan dosa besar.

أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى أَصَبْتُ ذَنْبًا عَظِيمًا فَهَلْ لِى مِنْ تَوْبَةٍ قَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ . قَالَ لاَ. قَالَ هَلْ لَكَ مِنْ خَالَةٍ . قَالَ نَعَمْ. قَالَ  فَبِرَّهَا

Seorang laki-laki mendatangi Nabi lalu berkata, “Sesungguhnya aku telah melakukan satu dosa besar. Apakah aku masih bisa bertaubat?” Maka beliau bersabda, “Apakah kamu masih memiliki ibu?” Laki-laki itu menjawab, “Tidak” Beliau bertanya, “Apakah masih memiliki bibi (saudari ibu)?” Laki-laki itu menjawab, “Ya.” Beliau pun bersabda: “Maka berbaktilah kepadanya.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah memerintahkan salah seorang sahabat yang ingin berperang agar berbakti kepada ibunya. Sebab surga berada di bawah kaki ibu.

أَنَّ جَاهِمَةَ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Bahwasanya Jahimah pernah datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Ya Rasulullah, aku ingin berperang dan sungguh aku meminta pendapatmu.” Maka beliau bersabda, “Apakah engkau punya ibu?” Ia menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Tetaplah bersamanya, karena sesungguhnya surga ada di bawah kakinya.” (HR. An Nasa’i)

Masya Allah… demikian luar biasanya keutamaan berbakti kepada ibu. Dan tak perlu bagi kita untuk menunggu melakukan dosa besar atau membunuh seseorang untuk mendapatkan nasehat berbakti pada ibu. Sebab kita kini telah mengetahuinya. [Muchlisin BK/Kisahikmah]

SHARE
Previous articleDi Balik Tangisan Umar bin Khattab Saat Perintahnya “Tak Ditaati” Abu Ubaidah bin Jarrah
Next articleSetan-setan Manusia

CEO BedaMedia Grup, Inspirator di Trustco Gresik, Sekretaris Yayasan (Pendidikan) Al Ummah

3 COMMENTS

  1. Jadi, lelaki yg masih punya ibu,
    mudah dan gampang sekali berbuat jahat ya?
    Tenang saja, kan masih ada Ibu.
    Membunuh orang, memperkosa wanita, mencuri dan melakukam perbuatan buruk lainnya,
    kemudian bertaubat dan berbakti pada Ibu.
    Selesai deh. Tenang saja.
    Ibunya pun sangat cinta pada anak lelakinya. Tak apa berbuat buruk, yang penting kamu sayang ibu dan berbakti pada Ibu, nak. Allah akan maafkan.
    ridho Allah kan ridho orangtua juga.
    Wahai anak lelakiku, surgamu ada di telapak kaki ibu.
    jadi sebanyak apapun dosa yg kamu perbuat, ibu maafkan salahmu, ibu doakan dan surga kau dapat.
    demikianlah mengapa Ibu yg punya anak lelaki sangat takut berjauhan dari anak lelakinya. Terlalu cinta dan harus hidup bersama selamanya. Karena Ibu harus selalu dimuliakan hingga menjadi sombong dan merasa surga anak lelakinya ada pada telapak kakinya.
    “Tunduklah padaku, wahai anak lelakiku.” “Aku harus menjadi utama lebih dari anak istrimu”.

    Entah di akhirat nanti bagaimana yg akan terjadi sebenarnya.
    Hanya Allah yang tahu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here