Kisah Taubatnya Orang Anshar setelah Murtad dan Berbuat Kemusyrikan

1

Bahagia rasanya ketika apa yang kita lakukan langsung mendapatkan respon kebaikan dari orang terhormat atau mereka yang kita cintai. Ada kepuasaan, kebanggan, haru, dan tentu saja sumringah. Apalagi jika ada pemberian yang kita dapatkan sebagai penghargaan atas apa yang kita kerjakan.

Jika demikian bahagia yang kita rasakan saat menerima penghargaan dan respon dari sesama, apalagi jika yang memberikan respon langsung dan penghargaan adalah Penciptanya makhluk semesta alam?

Maka para Nabi dan sahabatnya adalah sosok yang berhak mendapatkan kebahagiaan itu. Merekalah orang-orang pilihan yang perbuatannya langsung direspon oleh langit. Karenanya, nama dan kisah mereka abadi dalam catatan sejarah dengan tinta emasnya.

Imam Ibnu Jarir meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas tentang seorang Anshar yang masuk Islam. Namun, beberapa masa kemudian, ia murtad dan melakukan kemusyrikan. Sebab menyesal setelah murtad itu, ia pun mengutus sahabatnya untuk mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Pesan orang Anshar itu kepada sahabatnya, “Tanyakan, ‘Apakah ada kesempatan bagiku untuk bertobat?’”

Yang terjadi setelahnya adalah sebuah kabar gembira. Atas apa yang dilakukan oleh orang Anshar ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i, al-Hakim, dan Ibnu Hibban dari Dawud bin Hind, bahwa Allah Ta’ala langsung menurunkan firman-Nya:

كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (86) أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (87) خَالِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ (88) إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِن بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ (89)

Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keterangan pun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. Mereka itu, balasannya ialah, bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan siksa dari mereka, dan tidak (pula) mereka diberi tangguh, kecuali orang-orang yang tobat sesudah (kafir) itu dan mengadakan perbaikan. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. Ali ‘Imran [3]: 86-89)

Di dalam riwayat yang lain, lelaki yang murtad dan kembali ke dalam pangkuan Islam tersebut adalah al-Harits bin Suwaid. Maka setelah mengetahui ayat tersebut, al-Harits pun berkata kepada sahabat yang membawakan kabar kepadanya, “Sungguh, demi Allah, aku mengetahui bahwa kamu jujur, dan Rasulullah lebih jujur, dan Allah Ta’ala adalah yang paling jujur dari semuanya.”

Kemudian Imam Mujahid meriwayatkan, “Al-Harits pun kembali memeluk Islam dengan sebaik-baiknya.”

Semoga Allah Ta’ala kekalkan hidayah di dalam dada kita, dan mematikan kita dalam husnul khatimah. Aamiin. [Pirman]

Berita sebelumyaWaspadalah dengan Siksa yang Disegerakan
Berita berikutnyaTidak Berlakunya Emas Sepenuh Bumi

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.